MAKALAH
KONFLIK DALAM MANAJEMEN PERSPEKTIF ISLAM
Dosen Pengampu :
Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I
Disusun Oleh : Kelompok XI
1. Inten Ranita Nim:
T.MPI.1.2019.053
2. Maizatul Husna Nim: T.MPI.1.2019.089
3. Wahyu Abroro Nim: T.MPI.1.2019.022
YAYASAN
PENDIDIKAN ISLAM SYEKH MAULANA QORI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH MAULANA QORI BANGKO
MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat tuhan yang maha
kuasa atas segala limpahan rahmat,kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat di
pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi para pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam proses keguruan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca makalah ini masih banyak
kekurangan karena pengalaman kami yang terbatas,oleh karena itu kami harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun
utuk kesempurnaan makalah kami.
akhir kata kami sampaikan terima kasih banyak
kepada semua pihak yang berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha kita
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................. i
Daftar Isi...........................
ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang...... 1
B. Rumusan Masalah... 1
Bab II Pembahasan
A. Pengertian Konflik.. 2
B. Jenis-Jenis Konflik.. 4
C. Sumber-Sumber Konflik.................. 5
D. Sisi Positif dan Negatif Dalam Konflik.................. 6
E. Metode Penyelesaian Konflik Dalam Islam..................... 7
Bab III Penutup
A. Kesimpulan............ 8
Daftar Pustaka.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Konflik kelembagaan dominan muncul
di lembaga pendidikan Islam yang berada dalam wilayah pengelolaan Yayasan.
Lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren dan madrasah memiliki
kompleksitas persoalan yang rentan terjadi konflik, baik konflik antar individu
ataupun konflik antar kelompok. Konflik akan selalu ada kapan, dan dimana saja.
Hal yang terpenting dilakukan adalah mempersiapkan aturan-aturan untuk
mengatasi terjadinya konflik yang tidak sehat tersebut. Munculnya konflik
biasanya diawali dengan munculnya bibit-bibit konflik.
Sehubungan dengan itu pimpinan
bertanggung jawab untuk mengindentifikasi sumber-sumber dan tipe-tipe konflik
tersebut sedini mungkin, serta menganalisa akibat-akibat yang mungkin timbul.
Begitu pula pimpinan harus mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan untuk
dapat menentukan langkah-langkah preventif yang dilakukan secara tepat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan konflik?
2.
Apa saja jenis-jenis konflik?
3.
Apa yang menjadi sumber konflik?
4.
Bagaimana sisi positif dan sisi negative konflik?
5.
Bagaimana metode penyelesaian konflik?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Konflik
Kata konflik dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia artinya percekcokan, perselisihan atau pertentangan (Departemen
Pendidikan Nasional), Pengertian ini menunjukkan konflik sebagai sebuah kondisi
atau keadaan terjadinya sebuah peristiwa yaitu percekcokan, perselisihan atau
pertentangan, Kata percekcokan itu sendiri memiliki kata dasar cekcok yang
artinya bertengkar, berbantah atau berselisih (Departemen Pendidikan Nasional,
2008:252). Bertengkar menunjukkan keadaan dimana dua orang atau dua kelompok
orang saling berlawanan dengan menunjukkan ia yang benar sedangkan orang lain
salah. Kondisi ini menjadikan antar kedua orang atau kedua kelompok saling
berebut untuk menang.
Tidak jauh berbeda dari pertengkaran,
konflik sering dipahami sebagai suatu hal yang negatif yang mengarah pada
pertengkaran atau perselisihan antar individu maupun kelompok. Pada pengertian
ini, konflik dipahami sebagai scbuah perselisihan untuk menang atau kalah
seseorang yang mampu menunjukkan dirinya benar, orang lain salah dapat dinilai
sebagai orang yang menang dalam. konflik. Sehaliknya, seseorang yang
menghindari konflik dan tidak mampu menunjukkan dirinya benar maka dinilai
telah kalah dalam konflik.
stragner dalam Winardi, menyatakan konflik
merupakan sebuah situasi, dimana dua orang (atau lebih) menginginkan
tujuan-tujuan yang menurut persepsi mereka dapat dicapai orang di antara
mereka, tetapi hal itu tidak mungkin dicapai oleh kedua belah pihak. Pada
pengertian ini, konflik didefinisikan sebagai kondisi antara dua orang atau
lebih yang saling berjuang mencapai tujuannya, namun di antara keduanya saling
bersaing tanpa bekerja sama. Konflik seperti ini dipahami sebagai kondisi yang
positif karcna berpotensi untuk meningkatkan hasil kerja yang lebih baik dari
orang lain kelompok lain. Tentu saja, hal tersebut sangat bermanfaat hagi
peningkatan produktivitas lembaga atau organisasi
Definisi konflik di atas merupakan konflik
yang mendorong ke arah kebaikan, dimana antara dua orang atau lebih yang
terlibat konflik tidak merasa saling terganggu. Berbeda dengan kondisi ini,
konflik sering dipahamm sebagai kondisi yang menyebabkan “dua orang yang
bertengkar merasa terganggu dengan perilaku orang lain. Hardjana dalam Wahyudi
(2015:18) menyatakan konflik adalah suatu perselisihan atau pertentangan yang
terjadi antara dua orang atau dua kelompok yang perbuatan salah satunya
berlawanan dengan yang lain sehingga salah satu atau kedua-duanya saling
terganggu,
Dari definisi-definisi di atas diketahui,
konflik dapat dimaknai positif atau negatif tergantung pada sikap orang yang
mengalaminya. Pada sikap yang negatif konflik sering diartikan sebagai
perselisihan yang menyebabkan di antara dua orang atau lebih saling mengalahkan
sehingga salah satu atau kedua-duanya merasa terganggu. Pada sikap yang
positif, konflik sering diartikan sebagai perselisihan antara dua orang. atau
lebih yang saing berjuang mencapai tujuan tanpa harus bekerjasama. Konflik
positif tidak menimbulkan adanya perasaan terganggu salah satu atau
kedua-duanya. Pada pengertian ini, konflik lebih mirip pada sikap persaingan
walaupun sebenarnya antara konflik dan persaingan tidaklah sama.
Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami
bahwa konflik dapat diartikan sebagai suatu peristiwa positif ataupun negatif
tergantung pada sudut pandang seseorang. Pada pengertian yang positif, definisi
konflik adalah suatu keadaan terjadi perselisihan atau pertentangan antara dua
orang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang lebih baik dari orang lain, dan
di antara keduanya tidak ada perasaan terganggu. Konflik seperti ini dapat mengarahkan
pada kemajuan untuk meningkatkan produktivitas kerja individu, kelompok
atau Organisasi .
Berbeda dari itu, dalam pandangan negatif
definisi konflik adalah perbuatan saling berselisih antara dua orang atau lebih
yang berjuang untuk menang atau kalah. Artinya dalam konflik negatif terhadap
upaya untuk saling menjatuhkan dan berebut sebagai orang benar (atau di posisi
benar). Pada pandangan negatif konflik dinilai sebagai sebuah peristiwa yang
perlu dihindari karena dapat menurunkan kerja lembaga.[1]
B.
Jenis-Jenis Konflik
1.
Konflik berdasarkan karakteristik subjeknya
a.
Konflik pada diri individu
b.
Konflik antar diri individu
c.
Konflik individu dan instusi
2.
Konflik berdasarkan objek terjadinya
a.
Konflik tujuan: konflik yang terjadi apabila hasil akhir yang diinginkan
tidak bersifat kompatibel
b.
Konflik kognitif: konflik yang terjadi apabila individu-individu
menyadari bahwa pemikiran dan ide-ide mereka tidak konsisten satu sama lain
c.
Konflik efektif: konflik terjadi apabila perasaan-perasaan atau
emosi-emosi tidak kompatibel satu sama lain
3.
Konflik berdasarkan manfaatnya
a.
Konflik fungsional: konflik yang keberadaannya dapat menguntungkan bagi
kemajuan organisasi. Konflik ini harus di pertahankan bahkan harus di ciptakan
b.
Konflik disfungsional: konflik yang keberadaannya dapat merugikan
organisasi. Konflik ini harus ditiadakan didalam organisasi
4.
Konflik berdasarkan tingkat structural
a.
Konflik hirarki, yaitu konflik yang terjadi pada tingkat hirarki
organisasi
b.
Konflik fungsional, yaitu konflik yang terjadi dari berjenis-jenis
fungsi dapartemen dalam organisai
c.
Konflik staf dan pemilik unit yaitu, konflik yang terjadi antara staf
dan pemilik unit terutama berkaitan dengan wewenang
d.
Konflik formal-informal yaitu, konflik yang terjadi berhubungan dengan
norma yang berlaku di organisasi formal dengan organisasi informal
C.
Sumber-Sumber Konflik
Sumber-sumber konflik terdapat pada
suatu kelompok kerja atau dalam organisasi, bersumber pada 4 faktor berikut:
1.
Faktor komunikasi
Faktor komunikasi dapat menyebabkan konflik didalam organisasi
ketika para anggota didalam organisasi maupun antar organisasi tidak dapat
saling mengenal dan juga tidak dapat saling memahami. Contohnya: dalam
organisasi sekolah (OSIS) mempunyai beberapa defisi. Dalam satu defisi jika
ketua ataupun anggotanya tidak dapat saling mengenal didalam defisinya maka
komunikasi di dalam suatu organisasi tidak berjalan dengan baik sehingga
menimbulkan konflik, begitupun jika tidak saling memahami maka pekerjaan dalam
suatu organisasi tidak efisien.
2.
Faktor struktur tugas dan struktur
organisasi
Faktor struktur tugas dan struktur
organisasi merupakan sumber konflik dalam organisasi, ketika sebagian anggota
tidak bisa memahami pekerjaan mereka pada struktur tugas yang ada atau tidak
sesuai dalamm pembagian kerja, maupun prosedur kerja yang tidak dipahami.
Contohnya: salah satu anggota memiliki kemampuan dibidang IT di dalam
organisasinya tetapi pada organisasi anggota tersebut diletakkan pada defisi
olahraga, maka pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tersebut tidak berjalan
dengan baik dan bisa jadi bingung dalam bekerja, maka dari hal tersebut dapat
timbul konflik di dalam organisasi tersebut.
3.
Faktor personal
Faktor personal dapat terjadi ketika
individu-individu dalam organisasi tidak dapat saling memahami, sehingga dapat
menyebabkan konfik di dalam organisasi. Contohnya: seseorang di dalam
organisasi memiliki masalah dengan keluarga, tetapi masalah tersebut dikaitkan
dengan masalah organisasi, jadi hal tersebut dapat mengakibatkan konflik di
dalam suatu organisasi.
4.
Faktor lingkungan
Faktor lingkungan terjadi ketika setiap individu bekerja tidak
mendukung terwujudnya suasana kerja yang kondusif bagi evektifitas pekerjaan,
seperti lingkungan yang kurang ventilasi, panas, hingga penataan ruang yang
kurang baik. Contohnya: lingkungan yang panas dapat menyebabkan pekerjaan yang
tidak efektif dalam melakukan pekerjaan, sehingga dapat menyebabkan kelelahan
dan konflik.
D.
Sisi Positif dan Sisi Negatif Konflik
1.
Sisi Positif
a.
Tuntasnya Permasalahan, maksudnya,
jika misalnya terjadi perbedaan pendapat dalam suatu diskusi atau forum, maka
pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk dijelaskan, sehingga akan tuntas
b.
Dapat berfungsi sebagai
sarana-sarana untuk mencapai keseimbangan kekuatan-kekuatan di dalam masyarakat
c.
Dapat menghidupkan kembali norma
lama dan menciptakan norma baru
d.
Memungkinkan adanya penyesuaian
kembali terhadap norma-norma lama yang dianggap tidak bisa mewakili kehidupan
sekarang
2.
Sisi Negatif
a.
Meningkatnya solidaritas sesame
anggota kelompok yang berkonflik dengan kelompok yang lain, karena memiliki
pemahaman yang sama
b.
untuk menjatuhkan pihak lawan
Keretakan hubungan antar kelompok atau individu yang bertikai atau berkonflik
c.
Kerusakan harta benda dan hilangnya
nyawa manusia
d.
Perbuahan kepribadian pada individu,
misalnya timbul dendam, benci, dan saling curiga
E.
Metode Penyelesaian Konflik Dalam Islam
1.
Dominasi
atau penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a.
Kekerasan
(forcing) : yaitu penekanan otokratik.
b.
Penenangan
(smoothing) : menenangkan diri dari konflik
c.
Penghindaran
(avoidance) : menghidari konflik itu sendiri Aturan
d.
mayoritas
(majority rule) yaitu menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan
pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil.
2.
Kompromi
: yaitu mencari jalan tengah untuk kedua pihak yang terjadi konflik
3.
Pemecehan masalah integratif. Dengan metoda ini, konflik
antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang
dapat diselesaikan melalui teknik-teknik pemecahan masalah. Secara
bersama, pihak-pihak yang bertentangan mencoba untuk memecahkan masalah yang
timbul di antara mereka.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
konflik
sebagai sebuah kondisi atau keadaan terjadinya sebuah peristiwa yaitu
percekcokan, perselisihan atau pertentangan,
jenis-jenis konflik yaitu, Konflik berdasarkan karakteristik subjeknya,
Konflik berdasarkan manfaatnya, Konflik berdasarkan tingkat structural
Sumber-sumber konflik terdapat pada
suatu kelompok kerja atau dalam organisasi, bersumber pada 4 faktor berikut:Faktor
komunikasi, Faktor struktur tugas dan struktur organisasi, Faktor
personal, Faktor lingkungan
Sisi Positif
dan Sisi Negatif Konflik
Sisi Positif
Tuntasnya Permasalahan, maksudnya,
jika misalnya terjadi perbedaan pendapat dalam suatu diskusi atau forum, maka
pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk dijelaskan, sehingga akan tuntas
Sisi Negatif
Meningkatnya solidaritas sesame
anggota kelompok yang berkonflik dengan kelompok yang lain, karena memiliki
pemahaman yang sama
Metode Penyelesaian Konflik: Dominasi atau penekanan, Kompromi dan
pemecahan masalah integratif
DAFTAR PUSTAKA
Ernie Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah, Dasar-dasar Manajmen,
Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2005
Weni
Puspita, Manajemen Konflik, Yogyakarta:
Deepublish, 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar