MAKALAH
“ Perencanaan Dalam Manajemen Perspektif Islam”
Dosen Pengampu :
Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I
Disusun Oleh : Kelompok III
1. Aspul Anwar NIM: T.MPI.1.2019.064
2. Lesi Lestia NIM: T.MPI.1.2019.061
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam
Syekh Maulana Qori
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya kami diberikan kesehatan untuk dapat
menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada
Nabi Muhammad SAW beserta kelurga dan sahabatnya. Makalah ini diajukan sebagai
salah satu tugas mata kuliah manajemen dalam perspektif islam pada program
Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) SMQ BANGKO.
Dalam penyusunan makalah ini, tentunya tidak mungkin terlaksana
apabila tanpa semangat, dukungan, serta bimbingan dari pihak-pihak yang sangat
kami hormati. Oleh karena itu, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih
kepada Bapak Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I selaku dosen pengampu manajemen
dalam perspektif islam yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.
Kedua, kami ingin berterima kasih kepada
kedua orang tua kami atas do’a serta dukungan moril maupun materil yang telah
diberikannya.
Akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan pada waktu yang diharapkan, dan kami berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, amin.
Bangko, 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar.................. i
Daftar Isi...........................
ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang...... 1
B. Rumusan Masalah... 1
Bab II Pembahasan
A. Pengertian Perencanaan Dalam Islam..................... 2
B. Ruang Lingkup Perencanaan.......... 4
C. Fungsi-Fungsi Perencanaan.......... 6
Bab III Penutup
A. Kesimpulan...........
8
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam menjalankan sebuah aktivitas
sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dengan adanya sebuah perencanaan. Dengan
adanya perencanaan yang bagus, maka aktivitas sehari-hari dapat berjalan
dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena perencanaan merupakan
suatu rangkaian proses menyiapkan dan menentukan seperangkat keputusan mengenai
apa yang diharapkan dan apa yang akan dilakukan. Rangkaian proses kegiatan itu
dilaksanakan agar harapan tersebut dapat terwujud menjadi suatu kenyataa.
Perencanaan manajemen merupakan
kunci efektivitas suatu kegiatan untuk mencapai tujuan manajemen yang
diharapkan dan direncanakan. Oleh karena itu, dalam pembahasan makalah
ini, kami akan membahas tentang bagaimana perencanaan manajemen itu sehingga
perencanaan yang direncanakan dapat maksimal dan tujuan utamanya dapat
tercapai.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan perencanaan dalam islam?
2.
Bagaimana ruang lingkup perencanaan?
3.
Apa saja fungsi-fungsi perencanaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perencanaan Dalam Islam
Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah
proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk
pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan
sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan
seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi. Planning is
a process that involves defining the organization's goals, establishingan
overall strategy for achieving those goals, and developing a comprehensive set
of plans to integrate and coordinate organizational work. Hampir setiap orang
maupun organisasi memiliki perencanaan. Apakah perencanaan tersebut menyangkut
kepentingan kehidupan pribadinya, maupun yang terkait dengan tujuan organisasi
yang ingin dicapai. Penulis mencoba melihat pengertian perencanaan ini dari
tiga hal, yaitu dari sisi proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan.
Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai.
Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi di mana pimpinan
menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau mengubah tujuan dan
kegiatan organisasi.
Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan
keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa
yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan
melakukannya, di mana keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga
implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.
Sehingga dapat penulis simpulkan perencanaan merupakan proses yang
berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, penentuan
dsb. yang semuanya itu dilakukan dalam
rangka tercapainya tujuan tertentu. Pada hakekatnya perencanaan merupakan
proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternative (pilihan) mengenai
sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai
tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil
pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan dan berkesinambungan.
Pada intinya, perencanaan dibuat
sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah
organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut
dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu. Perencanaan yang baik adalah ketika apa
yang dirumuskan ternyata dapat direalisasikan dan mencapai tujuan yang
diharapkan. Perencanaan yang buruk adalah ketika apa yang telah dirumuskan dan
ditetapkan ternyata tidak berjalan dalam implementasi, sehingga tujuan
organisasi menjadi tidak terwujud. Terkait dengan hal tersebut di atas.
George R. Terry menyatakan bahwa untuk mengetahui apakah perencanaan itu
baik atau tidak dapat dijawab melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai
perencanaan, yaitu: WHAT (Apa) WHY
(Mengapa) - WHERE (Di mana) WHEN (Kapan) WHO (Siapa) HOW (Bagaimana)
Pertanyaan seputar What terkait dengan misalnya apa yang sesungguhnya
yang menjadi tujuan perusahaan dan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut.
Pertanyaan seputar Why terkait dengan pertanyaan seputar mengapa tujuan
tersebut harus dicapai dan mengapa kegiatan yang terumuskan dalam jawaban atas
pertanyaan What perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pertanyaan
seputar Where adalah mengenai di mana kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
Pertanyaan seputar When adalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan
dan kapan kegiatan tersebut harus dimulai dan diakhiri.
Pertanyaan seputar Who terkait dengan siapa yang akan melaksanakannya.
Pertanyaan ini terkait misalnya dengan kualifikasi orang yang akan melakukannya
dari sisi latar belakang personal dan keahliannya.
Pertanyaan terakhir, yaitu di seputar How terkait dengan bagaimana cara
yang harus dilakukan untuk melakukan kegiatan tersebut.
B.
Ruang Lingkup Perencanaan
Kegiatan perencanaan memiliki ruang
lingkup yang sangat luas terkait demensi waktu, spasial, dan tingkatan dan
teknis perencanaannya. Namun
demikian ketiga demensi tersebut saling kait-terkait dan beriteraksi.
Masing-masing demensi tersebut adalah sebagai berikut
1.
Perencanaan dari demensi waktu
Dari demensi waktu perencanaan mencakup; (a) Perencanaan jangka
panjang (long term planning) berjangka 10 tahun keatas, bersifat prospektif,
idealis dan belum ditampilkan sasaran-sarana yang bersifat kualitatif. (b)
Perencanaan jangka menengah (medium term planning) berjangka 3 sampai 8
tahun, merupakan penjabaran dan uraian rencana jangka panjang. Sudah
ditampilkan sasaran-sasaran yang diproyksikan secara kuantitatif, meski masih
bersifat umum. (c) Perencanaan jangka pendek (sort term planning) berjangka 1
tahunan disebut juga perencanaan jangka pendek tahunan (annual plan) atau
perencanaan operasional tahuanan (annual opperasional planning)
2.
Perencaan dari demensi spasial
Perencanaan ini terkait dengan ruang
dan batas wilayah yang dikenal dengan perencanaan nasional (berskala nasional),
regional (berskala daerah atau wilayah), perencanaan tata ruang dan tata tanah
(pemanfaatan fungsi kawasan tertentu).
3.
Perencanaan dari demensi tingkatan
teknis perencanaan
Dalam demensi ini kita mengenal istilah (a) perencanaan makro (b)
perencaan mikro (c) perencanaan sektoral (d) perencaan kawasan dan (e)
perencaan proyek. Perencaan makro meliputi peningkatan pendapatan nasional,
tingkat konsumsi, investasi pemerintah dan masyarakat, ekspor impor, pajak,
perbankan dsb. Perencanaan mikro disusun dan disesuaikan dengan kondisi daerah.
Perencanaan kawasan memperhatikan keadaan lingkungan kawasan tertentu sebagai
pusat kegiatan dengan keunggulan komparatif dan kompetitif. Perencanaan proyek
adalah perencanaan operasional kebijakan yang dapat menjawab siapa melakukan
apa, dimana, bagaimana dan mengapa.
4.
Perencanaan demensi jenis
Menurut Anen (2000) sebagaimana dikutip Syaiful sagala meliputi ;
(a) Perencanaan dari atas ke bawah (top down planning), (b) perencanaan dari
bawah ke atas (botton up planning), (c) perencanaan menyerong kesamping
(diagonal planning), dibuat oleh pejabat bersama dengan pejabat bawah diluar
struktur (d) perencanaan mendatar (horizontal planning), yaitu perencanaan
lintas sektoral oleh pejabat selevel (e) perencanaan menggelinding (rolling
planning) berkelanjutan mulai rencana jangka pendek,menengah dan panjang.(f)
perencanaan gabungan atas ke bawah dan bawah ke atas (top down and button up
planning), untuk mengakomodasi kepentingan pusat dengan wilayah/daerah.
Dalam kegitan pendidikan lingkup perencanaan meliputi semua komponen
administrasi sekolah dalam hal kurikulum, supervisi, kemuridan, keuangan,
sarana dan prasarana, personal, layanan khusus, hubungan masyarakat, media
belajar, ketata usahaan sekolah dsb. Atau berupa penentuan sasaran, alat,
tuntutan-tuntutan, taksiran, pos-pos tujuan, pedoman, kesepakatan (commitment)
yang menghasilkan program-program sekolah yang terus berkembang
C.
Fungsi-Fungsi
Perencanaan
1.
Perencanaan
sebagai pengarah
Perencanaan
akan menghasilkan upaya untuk meraih sesuatu dengan cara yang lebih
terkoordinasi. Perusahaan yang tidak menjalankan perencanaan sangat mungkin,
untuk mengalami konflik kepentingan, pemborosan sumber daya, dan ketidak
berhasilan dalam pencapaian tujuan karena bagian-bagian dari organisasi bekerja
secar sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang jelas dan terarah. Perencanaan
dalam ha ini memegang fungsi pengarahan dari apa yang harus dicapai oleh
organisasi.
2.
Perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian
Pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini
akan mengalami perubahan. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu
sendiri. Perubahan sering kali sesuai dengan apa yang kita perkirakan, akan
tetapi tidak jarang pula malah di luar perkiraan kita, sehingga menimbulkan
ketidakpastian bagi perusahaan. Ketidakpastian inilah yang coba diminimalkan
melalui kegiatan perencanaan. Dengan adanya perencanaan, diharapkan
ketidakpastian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dapat
diantisipasi jauh-jauh hari.
3.
Perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya
Perencanaan juga berfungsi sebagai
minimalisasi pemborosan sumber daya organisasi yang digunakan. Jika perencanaan
dilakukan dengan baik, maka jumlah sumber daya yang diperlukan, dengan cara bagaimana
penggunaannya, dan untuk penggunaan apa saja dengan lebih baik dipersiapkan
sebelum kegiatan dijalankan. Dengan demikian, pemborosan yang terkait dengan
penggunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan akan bisa diminimalkan sehingga
tingkat efisiensi dari perusahaan menjadi meningkat.
4.
Perencanaan sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas
Perencanaan berfungsi sebagai penetapan
standar kualitas yang harus dicapai oleh perusahaan dan diawasi pelaksanaannya
dalam fungsi pengawasan manajemen. Dalam perencanaan, perusahaan menentukan
tujuan dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam pengawasan,
perusahaan membandingkan antara tujuan yangingin dicapai dengan realisasi di
lapangan, membandingkan antara standar yang ingin dicapai dengan realisasi di
lapangan, mengevaluasi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi, hingga
mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
Dengan pengertian tersebut, maka perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar
kualitas yang ingin dicapai oleh perusahaan[1]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perencanaan
merupakan proses yang berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan,
pemilihan, penentuan dsb. Yang semuanya itu dilakukan dalam rangka tercapainya
tujuan tertentu.
Ruang Lingkup Perencanan, Perencanaan
sebagai pengarah Perencanaan demensi jenis Perencanaan dari demensi tingkatan
teknis perencanaan Perencaan dari demensi spasial Perencanaan dari demensi waktu
Fungsi-Fungsi Perencanaan, Perencanaan sebagai penetapan standar dalam
pengawasan kualitas Perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya
Perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian
DAFTAR PUSTAKA
Erni Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen,
Jakarta: Prenadamedia Group 2019
[1]
Erni Tisnawati Sule dan Kurniawan
Saefullah, Pengantar Manajemen, (Jakarta: Prenadamedia Group 2019), hal.
78

Tidak ada komentar:
Posting Komentar