Rabu, 14 Juli 2021

Makalah 7

 

MAKALAH

Perencanaan Dalam Manajemen Perspektif Islam





Dosen Pengampu :

Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I

 


Disusun Oleh : Kelompok III

1.    Aspul Anwar          NIM: T.MPI.1.2019.064

2.    Lesi Lestia          NIM: T.MPI.1.2019.061

 

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam

Syekh Maulana Qori

2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya kami diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta kelurga dan sahabatnya. Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah manajemen dalam perspektif islam pada program Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) SMQ BANGKO.

Dalam penyusunan makalah ini, tentunya tidak mungkin terlaksana apabila tanpa semangat, dukungan, serta bimbingan dari pihak-pihak yang sangat kami hormati. Oleh karena itu, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I selaku dosen pengampu manajemen dalam perspektif islam yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Kedua, kami ingin berterima kasih  kepada kedua orang tua kami atas do’a serta dukungan moril maupun materil yang telah diberikannya.

Akhirnya makalah ini dapat terselesaikan pada waktu yang diharapkan, dan kami berharap mudah-mudahan  makalah ini dapat bermanfaat, amin.

                                           

 

 Bangko,                      2021

 

                                                                          Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover

Kata Pengantar.................. i

Daftar Isi........................... ii

Bab I Pendahuluan

A.    Latar Belakang...... 1

B.    Rumusan Masalah... 1

Bab II Pembahasan

A.    Pengertian Perencanaan Dalam Islam..................... 2

B.    Ruang Lingkup Perencanaan.......... 4

C.    Fungsi-Fungsi Perencanaan.......... 6

Bab III Penutup

A.    Kesimpulan........... 8

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.              Latar Belakang

Dalam menjalankan sebuah aktivitas sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dengan adanya sebuah perencanaan. Dengan adanya perencanaan yang bagus, maka aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena perencanaan merupakan suatu rangkaian proses menyiapkan dan menentukan seperangkat keputusan mengenai apa yang diharapkan dan apa yang akan dilakukan. Rangkaian proses kegiatan itu dilaksanakan agar harapan tersebut dapat terwujud menjadi suatu kenyataa.

Perencanaan manajemen merupakan kunci efektivitas suatu kegiatan untuk mencapai tujuan manajemen yang diharapkan dan direncanakan. Oleh karena itu, dalam pembahasan makalah ini, kami akan membahas tentang bagaimana perencanaan manajemen itu sehingga perencanaan yang direncanakan dapat maksimal dan tujuan utamanya dapat tercapai.

B.              Rumusan Masalah

1.                Apa yang dimaksud dengan perencanaan dalam islam?

2.                Bagaimana ruang lingkup perencanaan?

3.                Apa saja fungsi-fungsi perencanaan?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.              Pengertian Perencanaan Dalam Islam

Robbins dan Coulter (2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi. Planning is a process that involves defining the organization's goals, establishingan overall strategy for achieving those goals, and developing a comprehensive set of plans to integrate and coordinate organizational work. Hampir setiap orang maupun organisasi memiliki perencanaan. Apakah perencanaan tersebut menyangkut kepentingan kehidupan pribadinya, maupun yang terkait dengan tujuan organisasi yang ingin dicapai. Penulis mencoba melihat pengertian perencanaan ini dari tiga hal, yaitu dari sisi proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan.

Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi di mana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau mengubah tujuan dan kegiatan organisasi.

Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, di mana keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.

Sehingga dapat penulis simpulkan perencanaan merupakan proses yang berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, penentuan dsb. yang semuanya itu dilakukan dalam rangka tercapainya tujuan tertentu. Pada hakekatnya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternative (pilihan) mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan dan berkesinambungan.

Pada intinya, perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu. Perencanaan yang baik adalah ketika apa yang dirumuskan ternyata dapat direalisasikan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Perencanaan yang buruk adalah ketika apa yang telah dirumuskan dan ditetapkan ternyata tidak berjalan dalam implementasi, sehingga tujuan organisasi menjadi tidak terwujud. Terkait dengan hal tersebut di atas.

George R. Terry menyatakan bahwa untuk mengetahui apakah perencanaan itu baik atau tidak dapat dijawab melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai perencanaan, yaitu:  WHAT (Apa) WHY (Mengapa) - WHERE (Di mana) WHEN (Kapan) WHO (Siapa) HOW (Bagaimana)

Pertanyaan seputar What terkait dengan misalnya apa yang sesungguhnya yang menjadi tujuan perusahaan dan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pertanyaan seputar Why terkait dengan pertanyaan seputar mengapa tujuan tersebut harus dicapai dan mengapa kegiatan yang terumuskan dalam jawaban atas pertanyaan What perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pertanyaan seputar Where adalah mengenai di mana kegiatan tersebut akan dilaksanakan.

Pertanyaan seputar When adalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan kapan kegiatan tersebut harus dimulai dan diakhiri.

Pertanyaan seputar Who terkait dengan siapa yang akan melaksanakannya. Pertanyaan ini terkait misalnya dengan kualifikasi orang yang akan melakukannya dari sisi latar belakang personal dan keahliannya.

Pertanyaan terakhir, yaitu di seputar How terkait dengan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk melakukan kegiatan tersebut.

B.              Ruang Lingkup Perencanaan

Kegiatan perencanaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas terkait demensi waktu, spasial, dan tingkatan dan  teknis perencanaannya.  Namun demikian ketiga demensi tersebut saling kait-terkait dan beriteraksi.  Masing-masing demensi tersebut adalah sebagai berikut

1.                Perencanaan dari demensi waktu

Dari demensi waktu perencanaan mencakup; (a) Perencanaan jangka panjang (long term planning) berjangka 10 tahun keatas, bersifat prospektif, idealis dan belum ditampilkan sasaran-sarana yang bersifat kualitatif. (b) Perencanaan jangka menengah (medium term planning)  berjangka 3 sampai 8 tahun, merupakan penjabaran dan uraian rencana jangka panjang. Sudah ditampilkan sasaran-sasaran yang diproyksikan secara kuantitatif, meski masih bersifat umum. (c) Perencanaan jangka pendek (sort term planning) berjangka 1 tahunan disebut juga perencanaan jangka pendek tahunan (annual plan) atau perencanaan operasional tahuanan (annual opperasional planning)

 

2.                Perencaan dari demensi spasial

Perencanaan ini terkait dengan ruang dan batas wilayah yang dikenal dengan perencanaan nasional (berskala nasional), regional (berskala daerah atau wilayah), perencanaan tata ruang dan tata tanah (pemanfaatan fungsi kawasan tertentu).

3.                Perencanaan dari demensi tingkatan teknis perencanaan

Dalam demensi ini kita mengenal istilah (a) perencanaan makro (b) perencaan mikro (c) perencanaan sektoral (d) perencaan kawasan dan (e) perencaan proyek. Perencaan makro meliputi peningkatan pendapatan nasional, tingkat konsumsi, investasi pemerintah dan masyarakat, ekspor impor, pajak, perbankan dsb. Perencanaan mikro disusun dan disesuaikan dengan kondisi daerah. Perencanaan kawasan memperhatikan keadaan lingkungan kawasan tertentu sebagai pusat kegiatan dengan keunggulan komparatif dan kompetitif. Perencanaan proyek adalah perencanaan operasional kebijakan yang dapat menjawab siapa melakukan apa, dimana, bagaimana dan mengapa.

4.                Perencanaan demensi jenis

Menurut Anen (2000) sebagaimana dikutip Syaiful sagala meliputi ; (a) Perencanaan dari atas ke bawah (top down planning), (b) perencanaan dari bawah ke atas (botton up planning), (c) perencanaan menyerong kesamping (diagonal planning), dibuat oleh pejabat bersama dengan pejabat bawah diluar struktur (d) perencanaan mendatar (horizontal planning), yaitu perencanaan lintas sektoral oleh pejabat selevel (e) perencanaan menggelinding (rolling planning) berkelanjutan mulai rencana jangka pendek,menengah dan panjang.(f) perencanaan gabungan atas ke bawah dan bawah ke atas (top down and button up planning), untuk mengakomodasi kepentingan pusat dengan wilayah/daerah.

       Dalam kegitan pendidikan lingkup perencanaan meliputi semua komponen administrasi sekolah dalam hal kurikulum, supervisi, kemuridan, keuangan, sarana dan prasarana, personal, layanan khusus, hubungan masyarakat, media belajar, ketata usahaan sekolah dsb.  Atau berupa penentuan sasaran, alat, tuntutan-tuntutan, taksiran, pos-pos tujuan, pedoman, kesepakatan (commitment) yang menghasilkan program-program sekolah yang terus berkembang

C.              Fungsi-Fungsi Perencanaan

1.                Perencanaan sebagai pengarah

Perencanaan akan menghasilkan upaya untuk meraih sesuatu dengan cara yang lebih terkoordinasi. Perusahaan yang tidak menjalankan perencanaan sangat mungkin, untuk mengalami konflik kepentingan, pemborosan sumber daya, dan ketidak berhasilan dalam pencapaian tujuan karena bagian-bagian dari organisasi bekerja secar sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang jelas dan terarah. Perencanaan dalam ha ini memegang fungsi pengarahan dari apa yang harus dicapai oleh organisasi.

2.                Perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian

Pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini akan mengalami perubahan. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan sering kali sesuai dengan apa yang kita perkirakan, akan tetapi tidak jarang pula malah di luar perkiraan kita, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan. Ketidakpastian inilah yang coba diminimalkan melalui kegiatan perencanaan. Dengan adanya perencanaan, diharapkan ketidakpastian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dapat diantisipasi jauh-jauh hari.

 

 

3.                Perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya

Perencanaan juga berfungsi sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya organisasi yang digunakan. Jika perencanaan dilakukan dengan baik, maka jumlah sumber daya yang diperlukan, dengan cara bagaimana penggunaannya, dan untuk penggunaan apa saja dengan lebih baik dipersiapkan sebelum kegiatan dijalankan. Dengan demikian, pemborosan yang terkait dengan penggunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan akan bisa diminimalkan sehingga tingkat efisiensi dari perusahaan menjadi meningkat.

 

4.                Perencanaan sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas

Perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar kualitas yang harus dicapai oleh perusahaan dan diawasi pelaksanaannya dalam fungsi pengawasan manajemen. Dalam perencanaan, perusahaan menentukan tujuan dan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam pengawasan, perusahaan membandingkan antara tujuan yangingin dicapai dengan realisasi di lapangan, membandingkan antara standar yang ingin dicapai dengan realisasi di lapangan, mengevaluasi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi, hingga mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Dengan pengertian tersebut, maka perencanaan berfungsi sebagai penetapan standar kualitas yang ingin dicapai oleh perusahaan[1]

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.              Kesimpulan

Perencanaan merupakan proses yang berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, penentuan dsb. Yang semuanya itu dilakukan dalam rangka tercapainya tujuan tertentu.

Ruang Lingkup Perencanan, Perencanaan sebagai pengarah Perencanaan demensi jenis Perencanaan dari demensi tingkatan teknis perencanaan Perencaan dari demensi spasial Perencanaan dari demensi waktu

Fungsi-Fungsi Perencanaan, Perencanaan sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas Perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya Perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Erni Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, Jakarta: Prenadamedia Group 2019

 



[1] Erni Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, (Jakarta: Prenadamedia Group 2019), hal. 78

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah 10

  MAKALAH   ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM   MATA KULIAH : MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DOSEN PENGAMPU : SUKAND...