Rabu, 14 Juli 2021

Makalah 6

 

MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Motivasi Kerja Dalam Manajemen Perspektif Islam



 

Dosen Pengampu : Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I

 


Disusun Oleh : Kelompok IX

1.    Annisa Ulfitri                   T.MPI.1.2019.037

2.    Dian Rahmawulan          T.MPI.1.2019.047

 

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam

Syekh Maulana Qori

2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya kami diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta kelurga dan sahabatnya. Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah manajemen dalam perspektif islam pada program Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) SMQ BANGKO, dimana judulnya adalah “Motivasi Kerja Dalam Manajemen Perspektif Islam”

Dalam penyusunan makalah ini, tentunya tidak mungkin terlaksana apabila tanpa semangat, dukungan, serta bimbingan dari pihak-pihak yang sangat kami hormati. Oleh karena itu, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Edi Wardani, M.Pd selaku dosen pengampu manajemen humas dan layanan publik yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Kedua, kami ingin berterima kasih  kepada kedua orang tua kami atas do’a serta dukungan moril maupun materil yang telah diberikannya.

Akhirnya makalah ini dapat terselesaikan pada waktu yang diharapkan, dan kami berharap mudah-mudahan  makalah ini dapat bermanfaat, amin.

                                           

 

 Bangko,                      2021

 

                                                                          Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover

Kata Pengantar.................. i

Daftar Isi........................... ii

Bab I Pendahuluan

A.    Latar Belakang...... 1

B.    Rumusan Masalah... 1

C.    Tujuan Penulisan.. 1

Bab II Pembahasan

A.    Pengertian Motivasi. 2

B.    Bentuk dan Model Motivasi Dalam Islam..................... 3

C.    Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Islam..................... 5

Bab III Penutup

A.    Kesimpulan........... 7

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.              Latar Belakang

Motivasi adalah suatu dorongan terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal. Dorongan yang kita dapat itu bisa bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri atu pun dari hal atau orang lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang menjadi suatu sumber tenaga dalam kita mengerjakan suatu hal agar kita mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Dalam hal ini kegiatan yang kita lakukan dapat berbentuk negatif ataupun positif meskipun motivasi kita semua awalnya “baik”.

Motivasi ada banyak jenisnya antara lain motivasi belajar, motivasi berprestasi, motivasi agresi, motivasi berafiliasi, dll. Dalam hal ini motivasi berprestasi yang akan menjadi topik utamanya. Hal itu dikarenakan motivasi inilah yang sangat umum di masyarakat

B.              Rumusan Masalah

1.     Apa yang dimaksud dengan motivasi?

2.     Bagaimana bentuk dan model motivasi dalam islam?

3.     Apa saja prinsip-prinsip motivasi dalam islam?

 

C.              Tujuan Penulisan

Untuk menganalisis pengertian motivasi, bentuk model motivasi serta prinsip-prinsip motivasi dalam islam

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.              Pengertian Motivasi

Istilah motivasi (motivation) berasal dari perkataan bahasa latin yaitu “movere” berarti menggerakkan (to move). Motivasi asalnya dari kata motif, dalam bahasa Inggris adalah motive atau motion, lalu motivation, yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Artinya sesuatu yang menggerakkan terjadinya tindakan, atau disebut dengan niat.

Menurut French dan Raven, sebagaimana dikutip Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995), motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu. (Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways.) Perilaku yang diharapkan untuk ditunjukkan oleh tenaga kerja di perusahaan tentunya perilaku yang akan menghasilkan kinerja terbaik bagi perusahaan, dan tentunya bukan sebaliknya.

Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu, oleh karena itu motivasi seringkali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang (Gitosudarmo dan Mulyono), Oleh karena itu faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatu perbuatan tertentu pada umumnya adalah kebutuhan serta keinginan orang tersebut. Apabila dia menginginkan atau membutuhkan sesuatu, maka dia akan terdorong untuk melakukan perbuatan tertentu untuk memperoleh apa yang diinginkan atau apa yang dibutuhkannya itu.

Motivasi kerja adalah bagian yang perlu mendapat perhatian dari pengembangan sumber daya manusia di suatu organisasi. Karena itu,

teori motivasi terus berkembang dan semakin efektif dalam prakteknya. Organisasi-organisasi perusahaan maupun sosial yang ingin unggul dalam bersaing di era modern harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan


yang terkini di bidang psikologi dan manajemen sumber daya manusia yang memiliki motivasi tinggi. [1]

Hariandja (2004: 321) mendefinisikan motivasi sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah.

Sementara Husain Usman (2003: 223), membedakan antara motivasi dan motif. Menurutnya, Motivasi adalah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire), atau impuls.

Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsanngya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Dalam hubungan ini, motivasi kerja dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang sehingga ia terdorong untuk bekerja.

Motivasi merupakan dorongan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga dia bisa mengerjakan labih dari yang seharusnya. Kekuatan atau kelemahan dorongan itu akan berpengaruh terhadap performance kerja seseorang. Oleh karena itu, motivasi bersifat individual atau personal. Motivasi dalam diri seseorang itu muncul karena adanya motif-motif yang dimilikinya. Secara umum, motif-motif itu adalah kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, tujuan-tujuan yang harus dicapai.

 

B.              Bentuk dan Model Motivasi Dalam Islam

1.                Motivasi Positif

Bekerjalah dengan baik! Kalau nanti target keuntungan tercapai, Anda akan diberi bonus! Demikian pernyataan seorang manajer. Statemen ini merupakan bentuk riil dari inisiatif membangkitkan motivasi secara positif. Motivasi positif didasari atas keinginan manusia untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Manusia bekerja di dalam organisasi jika dia merasakan bahwa setiap upaya yang dilakukannya akan memberikan keuntungan tertentu, apakah besar atau kecil.

Dengan demikian, motivasi positif merupakan proses pemberian motivasi atau usaha membangkitkan motif, di mana hal itu diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dia bekerja secara baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungan tertentu kepadanya.

2.                Motivasi Negatif

Siapa saja yang sering terlambat datang atau sering membolos, akan dipotong gajinya. Dengan perilaku seperti itu, jangan berharap Anda akan dipromosikan. Ini merupakan contoh motivasi negatif. Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya, Jika dia tidak bekerja akan muncul rasa takut dikeluarkan, takut tidak diberi gaji, dan takut dijauhi oleh rekan sekerja.

Motivasi negatif yang berlebihan akan membuat organisasi tidak mampu mencapai tujuan. Personalia Organisasi menjadi tidak kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.

3.                Motivasi dari Dalam

Saya bekerja karena terpanggil untuk itu! Ada atau tidak ada pimpinan di tempat, saya akan tetap bekerja sesuai dengan target dan tanggung jawab saya! Statemen itu mencerminkan kuatnya motivasi dari dalam yang terkandung pada diri karyawan. Motivasi dari dalam timbul pada diri pekerja waktu dia menjalankan tugas-tugas atau pekerjaan dan bersumber dari dalam diri pekerja itu sendiri. Dengan demikian berarti juga bahwa kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyenangi pekerjaannya itu.

Motivasi muncul dari dalam diri individu, karena memang individu itu mempunyai kesadaran untuk berbuat. Manusia seperti ini jarang cingcong atau menggerutu. Baginya berbuat adalah suatu kewajiban, laksana makan sebagai kebutuhan. Paksaan, ancaman, atau imbalan yang bersifat eksternal lainnya memang penting. akan tetapi tidaklah lebih penting ketimbang aspek-aspek nirmaterial.

4.                Motivasi dari Luar

Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja itu sendiri. Motivasi dari luar biasanya dikaitkan dengan imbalan. Kesehatan, kesempatan cuti, program rekreasi perusahaan, dan lain-lain. Pada konteks ini manusia organisasional ditempatkan sebagai subjek yang dapat didorong oleh faktor luar. Manusia bekerja, karena semata-mata didorong oleh adanya sesuatu yang ingin dicapai dan dapat pula bersumber dari faktor faktor di luar subjek.[2]

 

C.              Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Islam

1.                Prinsip partisipasi

Kita sebagai atasan sebaiknya memberikan kesempatan kepada bawahan untuk ikut berpartisipai dalam menetukan tujuan kerja yang ingin dicapai.

2.                Prinsip komunikasi Sebagai bawahan

Sebaiknya diberikan informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan melakuan ini, kita seolah-olah mengatakan kepada mereka “saya menganggap anda seorang yang cukup penting, oleh karenanya saya ingin membuat anda mengetahui informasiinformasi yang sebaiknya anda ketahui.

3.                Prinsip mengakui andil bawahan

Motivasi kerja bawahan dapat ditingkatkan apabila kita sebagai selalu bersedia untuk mengakui bahwa bawahan mempunyai andil didalam usaha pencapaian tujuan. Sering terjadi, dalam kalau satu unit dinilai mempunyai satu prestasi, pimpinan merasa ini semata-mata hasil dia. Dan ini merupakan satu sikap yang salah. Pengkuan boleh dilakukan secara pribadi atau dihadapan orang lain.

4.                Prinsip pendelegasian wewenang Sebagai pimpinan

Ada perlunya kita memberikan otoritas kepada bawahan untuk memutuskan sesuatu yang emngaruhi hasil kerja. Lebih banyak atasan mengijinkn bawahan untuk membuat keputusan-keputusan sendiri sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Lebih banyak bawahan akan merasa sangat terlibat dengan emosional dengan tujuan yang akan dicapai.

5.                Prinsip memberikan perhatian timbal balik

Didalam banyak kesempatan, pimpinan pada umumnya menuntut perhatian dari bawahan. Tasan menginginkan, malah mungkin memaksa, agar bawahannya menyadari apa yang diingnkan oleh atasan. Ini tentu tidak salah, tetapi yang penting jangan sepihak. Pimpinan harus pula menaruh perhatian terhadap apa yang ingin dicapai bawahan. Dengan menunjukkan perhatian yang tulus terhadap keinginan dan tujuan yang ingin dicapai bawahan, kita telah berusaha menaikkan keinginan mereka untuk menunjukkan pula perhatiannya dalam menolong kita mencapai tujuan

 

 

 

 

 

 


BAB III

PENUTUP

A.              Kesimpulan

Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu.

Bentuk dan model motivasi dalam islam: motivasi positif, motivasi negative, motivasi dari dalam, motivasi dari luar

Prinsip-prinsip motivasi dalam islam yaitu, prinsip partisipasi, prinsip komunikasi sebagai bawahan, prinsip mengakui andil bawahan, Prinsip memberikan perhatian timbal balik, Prinsip pendelegasian wewenang Sebagai pimpinan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Abus Salam, Manajemen Insani Dalam Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014

Sudarwan Danim, Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004

 

 

 



[1] Abus Salam, Manajemen Insani Dalam Pendidikan, ( Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014), hal. 243

[2] Sudarwan Danim, Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hal. 18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah 10

  MAKALAH   ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM   MATA KULIAH : MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DOSEN PENGAMPU : SUKAND...