MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
“ Motivasi Kerja Dalam Manajemen Perspektif Islam ”
Dosen
Pengampu : Sukandar
Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I
Disusun
Oleh : Kelompok IX
1.
Annisa
Ulfitri T.MPI.1.2019.037
2.
Dian
Rahmawulan T.MPI.1.2019.047
Program
Studi Manajemen Pendidikan Islam
Sekolah
Tinggi Agama Islam
Syekh
Maulana Qori
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya kami diberikan kesehatan untuk dapat
menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada
Nabi Muhammad SAW beserta kelurga dan sahabatnya. Makalah ini diajukan sebagai
salah satu tugas mata kuliah manajemen dalam perspektif islam pada program
Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) SMQ BANGKO, dimana
judulnya adalah “Motivasi Kerja Dalam Manajemen Perspektif Islam”
Dalam penyusunan makalah ini, tentunya tidak mungkin terlaksana
apabila tanpa semangat, dukungan, serta bimbingan dari pihak-pihak yang sangat
kami hormati. Oleh karena itu, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih
kepada Bapak Edi Wardani, M.Pd selaku dosen pengampu manajemen humas dan layanan publik yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Kedua, kami
ingin berterima kasih kepada kedua orang
tua kami atas do’a serta dukungan moril maupun materil yang telah diberikannya.
Akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan pada waktu yang diharapkan, dan kami berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, amin.
Bangko, 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar.................. i
Daftar Isi...........................
ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang...... 1
B. Rumusan Masalah... 1
C. Tujuan Penulisan.. 1
Bab II Pembahasan
A. Pengertian Motivasi. 2
B. Bentuk dan Model Motivasi Dalam Islam..................... 3
C. Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Islam..................... 5
Bab III Penutup
A. Kesimpulan...........
7
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Motivasi adalah suatu dorongan
terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal. Dorongan yang kita dapat
itu bisa bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri atu pun
dari hal atau orang lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang
menjadi suatu sumber tenaga dalam kita mengerjakan suatu hal agar kita mencapai
suatu tujuan yang kita inginkan. Dalam hal ini kegiatan yang kita lakukan dapat
berbentuk negatif ataupun positif meskipun motivasi kita semua awalnya “baik”.
Motivasi ada banyak jenisnya antara
lain motivasi belajar, motivasi berprestasi, motivasi agresi, motivasi
berafiliasi, dll. Dalam hal ini motivasi berprestasi yang akan menjadi topik
utamanya. Hal itu dikarenakan motivasi inilah yang sangat umum di masyarakat
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan motivasi?
2. Bagaimana bentuk dan model motivasi dalam
islam?
3. Apa saja prinsip-prinsip motivasi dalam
islam?
C.
Tujuan Penulisan
Untuk menganalisis pengertian motivasi, bentuk model motivasi serta
prinsip-prinsip motivasi dalam islam
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Motivasi
Istilah
motivasi (motivation) berasal dari perkataan bahasa latin yaitu “movere”
berarti menggerakkan (to move). Motivasi asalnya dari kata motif, dalam bahasa
Inggris adalah motive atau motion, lalu motivation, yang berarti gerakan atau
sesuatu yang bergerak. Artinya sesuatu yang menggerakkan terjadinya tindakan,
atau disebut dengan niat.
Menurut
French dan Raven, sebagaimana dikutip Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995),
motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku
tertentu. (Motivation is the set of forces that cause people to behave in
certain ways.) Perilaku yang diharapkan untuk ditunjukkan oleh tenaga kerja di
perusahaan tentunya perilaku yang akan menghasilkan kinerja terbaik bagi
perusahaan, dan tentunya bukan sebaliknya.
Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong
seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu, oleh karena
itu motivasi seringkali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku
seseorang (Gitosudarmo dan Mulyono), Oleh karena itu faktor pendorong dari
seseorang untuk melakukan suatu perbuatan tertentu pada umumnya adalah
kebutuhan serta keinginan orang tersebut. Apabila dia menginginkan atau
membutuhkan sesuatu, maka dia akan terdorong untuk melakukan perbuatan tertentu
untuk memperoleh apa yang diinginkan atau apa yang dibutuhkannya itu.
Motivasi
kerja adalah
bagian yang perlu mendapat perhatian dari pengembangan sumber daya manusia di
suatu organisasi. Karena itu,
teori motivasi terus berkembang dan semakin
efektif dalam prakteknya. Organisasi-organisasi perusahaan maupun sosial yang
ingin unggul dalam bersaing di era modern harus mampu memanfaatkan ilmu
pengetahuan
yang terkini di bidang psikologi dan
manajemen sumber daya manusia yang memiliki motivasi tinggi. [1]
Hariandja
(2004: 321) mendefinisikan motivasi sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan
mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang
dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah.
Sementara
Husain Usman (2003: 223), membedakan antara motivasi dan motif. Menurutnya,
Motivasi adalah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah
kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire), atau impuls.
Motivasi
merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsanngya
untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan
seseorang berperilaku. Dalam hubungan ini, motivasi kerja dapat diartikan
sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang sehingga ia
terdorong untuk bekerja.
Motivasi
merupakan dorongan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan sesuatu
sehingga dia bisa mengerjakan labih dari yang seharusnya. Kekuatan atau
kelemahan dorongan itu akan berpengaruh terhadap performance kerja seseorang.
Oleh karena itu, motivasi bersifat individual atau personal. Motivasi dalam
diri seseorang itu muncul karena adanya motif-motif yang dimilikinya. Secara
umum, motif-motif itu adalah kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan,
tujuan-tujuan yang harus dicapai.
B.
Bentuk dan Model Motivasi Dalam Islam
1.
Motivasi Positif
Bekerjalah dengan baik! Kalau nanti target
keuntungan tercapai, Anda akan diberi bonus! Demikian pernyataan seorang
manajer. Statemen ini merupakan bentuk riil dari inisiatif membangkitkan
motivasi secara positif. Motivasi positif didasari atas keinginan manusia untuk
mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Manusia bekerja di dalam organisasi
jika dia merasakan bahwa setiap upaya yang dilakukannya akan memberikan
keuntungan tertentu, apakah besar atau kecil.
Dengan demikian, motivasi positif merupakan
proses pemberian motivasi atau usaha membangkitkan motif, di mana hal itu
diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dia bekerja secara baik
dan antusias dengan cara memberikan keuntungan tertentu kepadanya.
2.
Motivasi Negatif
Siapa saja yang sering terlambat datang
atau sering membolos, akan dipotong gajinya. Dengan perilaku seperti itu,
jangan berharap Anda akan dipromosikan. Ini merupakan contoh motivasi negatif.
Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa
takut, misalnya, Jika dia tidak bekerja akan muncul rasa takut dikeluarkan,
takut tidak diberi gaji, dan takut dijauhi oleh rekan sekerja.
Motivasi negatif yang berlebihan akan membuat
organisasi tidak mampu mencapai tujuan. Personalia Organisasi menjadi tidak
kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.
3.
Motivasi dari Dalam
Saya bekerja karena terpanggil untuk itu!
Ada atau tidak ada pimpinan di tempat, saya akan tetap bekerja sesuai dengan
target dan tanggung jawab saya! Statemen itu mencerminkan kuatnya motivasi dari
dalam yang terkandung pada diri karyawan. Motivasi dari dalam timbul pada diri
pekerja waktu dia menjalankan tugas-tugas atau pekerjaan dan bersumber dari dalam
diri pekerja itu sendiri. Dengan demikian berarti juga bahwa kesenangan pekerja
muncul pada waktu dia bekerja dan dia sendiri menyenangi pekerjaannya itu.
Motivasi muncul dari dalam diri individu,
karena memang individu itu mempunyai kesadaran untuk berbuat. Manusia seperti
ini jarang cingcong atau menggerutu. Baginya berbuat adalah suatu kewajiban,
laksana makan sebagai kebutuhan. Paksaan, ancaman, atau imbalan yang bersifat
eksternal lainnya memang penting. akan tetapi tidaklah lebih penting ketimbang
aspek-aspek nirmaterial.
4.
Motivasi dari Luar
Motivasi dari luar adalah motivasi yang
muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar
diri pekerja itu sendiri. Motivasi dari luar biasanya dikaitkan dengan imbalan.
Kesehatan, kesempatan cuti, program rekreasi perusahaan, dan lain-lain. Pada
konteks ini manusia organisasional ditempatkan sebagai subjek yang dapat
didorong oleh faktor luar. Manusia bekerja, karena semata-mata didorong oleh
adanya sesuatu yang ingin dicapai dan dapat pula bersumber dari faktor faktor
di luar subjek.[2]
C.
Prinsip-Prinsip Motivasi Dalam Islam
1.
Prinsip partisipasi
Kita sebagai atasan sebaiknya memberikan
kesempatan kepada bawahan untuk ikut berpartisipai dalam menetukan tujuan kerja
yang ingin dicapai.
2.
Prinsip komunikasi Sebagai bawahan
Sebaiknya diberikan informasi tentang
segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan melakuan
ini, kita seolah-olah mengatakan kepada mereka “saya menganggap anda seorang
yang cukup penting, oleh karenanya saya ingin membuat anda mengetahui
informasiinformasi yang sebaiknya anda ketahui.
3.
Prinsip mengakui andil bawahan
Motivasi kerja bawahan dapat ditingkatkan
apabila kita sebagai selalu bersedia untuk mengakui bahwa bawahan mempunyai
andil didalam usaha pencapaian tujuan. Sering terjadi, dalam kalau satu unit
dinilai mempunyai satu prestasi, pimpinan merasa ini semata-mata hasil dia. Dan
ini merupakan satu sikap yang salah. Pengkuan boleh dilakukan secara pribadi
atau dihadapan orang lain.
4.
Prinsip pendelegasian wewenang Sebagai pimpinan
Ada perlunya kita memberikan otoritas
kepada bawahan untuk memutuskan sesuatu yang emngaruhi hasil kerja. Lebih
banyak atasan mengijinkn bawahan untuk membuat keputusan-keputusan sendiri
sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Lebih banyak bawahan akan merasa
sangat terlibat dengan emosional dengan tujuan yang akan dicapai.
5.
Prinsip memberikan perhatian timbal balik
Didalam banyak kesempatan, pimpinan pada
umumnya menuntut perhatian dari bawahan. Tasan menginginkan, malah mungkin
memaksa, agar bawahannya menyadari apa yang diingnkan oleh atasan. Ini tentu
tidak salah, tetapi yang penting jangan sepihak. Pimpinan harus pula menaruh
perhatian terhadap apa yang ingin dicapai bawahan. Dengan menunjukkan perhatian
yang tulus terhadap keinginan dan tujuan yang ingin dicapai bawahan, kita telah
berusaha menaikkan keinginan mereka untuk menunjukkan pula perhatiannya dalam
menolong kita mencapai tujuan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong
seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu.
Bentuk dan model motivasi dalam islam:
motivasi positif, motivasi negative, motivasi dari dalam, motivasi dari luar
Prinsip-prinsip motivasi dalam islam yaitu,
prinsip partisipasi, prinsip komunikasi sebagai bawahan, prinsip mengakui andil
bawahan, Prinsip memberikan perhatian timbal balik, Prinsip pendelegasian
wewenang Sebagai pimpinan
DAFTAR PUSTAKA
Abus Salam, Manajemen Insani Dalam Pendidikan, Yogyakarta:
Pustaka Belajar, 2014
Sudarwan
Danim, Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok, Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2004

Tidak ada komentar:
Posting Komentar