PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN PERSPEKTIF ISLAM
Dosen Pengampu :
Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I
Disusun Oleh : Kelompok IV
1.
Resmawati Nim: T.MPI.1.2019.044
2.
Siti Munawaroh Nim:
T.MPI.1.2019.055
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
Syekh Maulana Qori
Tahun 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat tuhan yang maha
kuasa atas segala limpahan rahmat,kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat di
pergunakan sebagai salah satu acuan,petunjuk maupun pedoman bagi para pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam proses keguruan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca makalah ini masih banyak
kekurangan karena pengalaman kami yang terbatas,oleh karena itu kami harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun
utuk kesempurnaan makalah kami.
akhir kata kami sampaikan terima kasih banyak
kepada semua pihak yang berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha kita
DAFTAR ISI
Cover.............................
Kata Pengantar.............
i
Daftar Isi.......................
ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang.............................. 1...........................
B. Rumusan Masalah............ 1
Bab II Pembahasan
A. Pengertian Organisasi Dalam Islam................. 2
B. Sifat-Sifat Organisasi Dalam Islam................. 3
C. Bentuk-Bentuk Organisasi Dalam Islam................. 5
D. Prinsip-Prinsip Organisasi Dalam Islam............... 10
Bab III Penutup
A. Kesimpulan.....
12
Daftar Pustaka.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengorganisasian
adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan
mengatur, serta membagi tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi,
agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Manusia merupakan unsur
terpenting dalam pengorganisasian karena manusia terdapat di dalam tugas-tugas
yang saling berhubungan.
Sturktur
organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana
organisasi dikelola. Sturktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan
perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi atau orang-orang
yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda
dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja,
standarlisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam
pembuatan keputusan atau besaran satuan kerja.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?
2. Bagaimana sifat-sifat organisasi?
3. Bagaimana bentuk-bentuk organisasi?
4. Bagaimana prinsip-prinsip organisasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Organisasi Dalam Islam
Kata organisasi
berasal dari bahasa Inggris organization, yang bentuk invinitifnya adalah to
organise. Kata tersebut berasal dari kata Yunani, organon yang berarti sebagian
atau susunan dalam binatang atau tumbuh-tumbuhan yang dipergunakan untuk
melakukan beberapa tugas khusus, seperti hati, ginjal, dan sebagainya. Adapun
kata organon diartikan juga dengan alat, sedangkan kata to organise diberi arti
menyusun atau mengatur bagian-bagian yang berhubungan satu sama lain, yang
tiap-tiap bagian mempunyai satu tugas khusus dan atau berhubungan dengan
keseluruhan. Pendapat lain mengenai kata Organisasi ini adalah kata itu (masih)
berasal dari bahasa Yunani, organon dan istilah Latin, organum yang
berarti alat, bagian, anggota atau badan.
Beberapa tokoh mendefinisikan
organisasi sebagai berikut.
1.
Edgar A. Schein menyatakan bahwa
organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk
mencapai maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta
melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab manusia sebagai anggota
organisasi tersebut.
2.
Panlayakim' mengatakan bahwa
organisasi adalah bentuk setiap penggabungan manusia untuk suatu tujuan
bersama.
3.
Sugandha' mengatakan bahwa
organisasi adalah kumpulan manusia yang mempunyai kepentingan yang sama, yang
karena keterbatasan sumber yang mereka miliki, mereka mengikatkan diri dalam
kerja sama pembagian tugas yang jelas dalam mencapai tujuan guna meraih
kepentingan masing-masing. Siagian? menyebutkan bahwa organisasi merupakan
bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih, yang bekerja bersama serta
secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah
ditentukan dalam ikatan yang di dalamnya terdapat seorang atau beberapa orang
yang disebut atasan dan seorang atau kelompok orang yang disebut bawahan.
Dari pengertian
di atas, dapat dipahami bahwa organisasi merupakan sistem yang terpadu, yang di
dalamnya terdapat subsistem dan komponen-komponen yang saling berhubungan.
Setiap hubungan yang terjadi merupakan kerja sama di antara subsistem yang ada,
Sehingga ada saling ketergantungan yang kuat secara internal dan hubungan yang
terpadu secara eksternal. Hubungan eksternal itu merupakan bagian dari
kenyataan organisasi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat dan elemen
lainnya yang mendukung tercapainya tujuan organisasi.[1]
B.
Sifat-Sifat Organisasi Dalam Islam
Dilihat dari
sifat-sifatnya, organisasi dapat dibagi dua macam, yaitu organisasi formal, dan
organisasi informal.
1.
Organisasi formal Ciri-ciri organisasi formal adalah sebagai
berikut.
a.
Seluruh anggota organisasi diikat
oleh suatu persyaratan formal sebagai bukti keanggotaannya. Misalnya, negara
sebagai organisasi formal yang seluruh warga negara diikat oleh persyaratan
formal yang harus dimiliki, yakni Kartu Tanda Penduduk, kartu keluarga, dan
sejenisnya. Demikian pula, dalam organisasi formal lainnya dalam bentuk ormas
atau partai politik, yang seluruh anggotanya harus memiliki kartu keanggotaan
bahwa ia benar-benar terdaftar dan diakui sebagai anggota yang sah, misalnya
kartu anggota Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Persatuan Umat Islam
(PUI).
b.
Kedudukan, jabatan, dan pangkat yang
terdapat dalam organisasi dibuat secara hierarkis dan piramida yang menunjukkan
tugas, kedudukan, tanggung jawab, dan wewenang yang berbeda-beda.
c.
Setiap anggota yang memiliki jabatan
tertentu secara otomatis memiliki wewenang dan tanggung jawab yang membawahi
jabatan anggota di bawahnya. Dengan demikian, hak memerintah berada bersamaan
dengan hak diperintah, hak melarang bersamaan dengan hak untuk tidak
mengerjakan kegiatan tertentu.
d.
Hak dan kewajiban melekat sepenuhnya
pada anggota organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
e.
Pelaksanaan kegiatan diatur menurut
jabatannya masing-masing, tetapi setiap fungsi jabatan dengan tugasnya saling
berhubungan dan melakukan kerja sama.
f.
Seluruh kegiatan direncanakan secara
musyawarah mufakat dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.
g.
Hubungan kerja sama dilakukan
menurut tingkatan jabatan struktural yang jelas yang berimplikasi secara
langsung kepada perbedaan penggajian dan tunjangan masing-masing anggota
organisasi.
h.
Adanya anggaran dasar dan anggaran
rumah tangga yang merupakan sistem kinerja organisasi.
2.
Organisasi informal Ciri-ciri
organisasi informal adalah sebagai berikut.
a.
Sifat organisasi informal melekat
pada organisasi informal, sebagaimana negara mengharuskan adanya KTP bagi warga
negara. Pembuatan KTP berkaitan dengan organisasi-organisasi formal di dalam
pemerintahan, misalnya kantor kecamatan, kantor desa, kantor RW hingga kantor
RT, semua itu tidak dapat dilaksanakan jika tidak organisasi informal, yaitu
keluarga. Meskipun di dalam keluarga terdapat kepala keluarga, ibu rumah
tangga, anak-anak dan kerabat, keluarga bukan merupakan organisasi formal.
Demikian pula, organisasi yang bergerak dalam pendidikan, yakni sekolah formal.
Tidak akan ada sekolah formal jika tidak berdampingan dengan organisasi
informal, yakni lingkungan masyarakat, komunitas masyarakat, yang merupakan
konsumen pendidikan formal.
b.
Tidak adanya kontak di antara
anggota yang diatur oleh anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. Kontak
terjadi tanpa ada aturan formal. Komunitas masyarakat yang tinggal di
lingkungan atau wilayah tertentu dapat dikatakan sebagai organisasi informal,
dan kontak yang terjadi merupakan.interaksi mekanis yang secara alami sebagai
bagian dari kebutuhan individu masing-masing.
c.
Jumlahnya sangat banyak, terutama
berhubungan dengan kegiatan-kegiatan masyarakat yang dilembagakan secara
informal, misalnya kegiatan-kegiatan pengajian, perkumpulan remaja majjid,
karang taruna, majelis taklim, dan sebagainya. Organisasi informal tersebut
biasanya dimanfaatkan oleh organisasi formal dalam rangka mencapai tujuan
organisasinya. Misalnya, partai politik dalam kampanyenya mendatangi majelis
taklim, ibu-ibu pengajian, remaja masjid, dan sebagainya.
C.
Bentuk-Bentuk Organisasi Dalam Islam
1.
Organisasi garis (line organization)
Organisasi garis (line organization) ialah suatu bentuk organisasi
yang memandang dan menerapkan sumber wewenang tunggal. Segala keputusan/
kebijaksanaan dan tanggung jawab berada pada satu tangan, yaitu berada pada
kepala eksekutif (chief executif).
Dalam organisasi garis, bawahan hanya mengenal satu pimpinan dan
menerapkan sistem satu komando dan kekuasaan absolut pada pimpinan pusat.
Pimpinan organisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada bawahannya.
Dengan demikian, ciri-ciri dari organisasi lini atau garis ini
adalah sebagai berikut:
a.
organisasinya kecil,
b.
jumlah anggota yang sedikit,
c.
pemilik merupakan pimpinan organisasi
atau pemegang saham utama
d.
asas kesatuan komando yang dominan,
e.
disiplin ketat,
f.
sistem pengawasan yang ketat,
g.
koordinasi antarpegawai sangat
sederhana dan mudah dilakukan,
h.
hubungan antaranggota yang sangat
dekat dan satu lapis atau searah, bahkan dapat dilakukan antarpribadi secara
tatap muka,
i.
penggunaan alat-alat yang sederhana,
jproduk yang dihasilkan homogen. Organisasi garis memiliki kelebihan yang
sangat menonjol, yaitu mudah pengelolaannya, disiplin yang kuat, dan selalu
berada dalam satu komando yang berada di tangan seorang pimpinan.
v Keburukan organisasi garis adalah:
a.
ketergantungan yang kuat kepada satu
orang pimpinan sehingga apabila pimpinan mengalami perihal buruk, dampak
buruknya langsung berimbas pada organisasi
b.
tidak ada upaya pengembangan para
pegawai, jenis pekerjaan yang monoton, ada kecenderungan pemimpin bertindak
otoriter, dan sulit mengembangkan perusahaan karena keahlian pegawai relatif
sama.
2.
Organisasi staf (staff organization)
Suatu organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pucuk
pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan, baik berupa pikiran maupun
bantuan lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara
keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke bawah/ke
daerah-daerah."
3.
Organisasi lini dan staf (line and
staff)
Organisasi lini
dan staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi sistem lini dan staf
diterapkan dalam organisasi yang besar yang memiliki jumlah staf yang banyak.
Staf yang dimaksudkan adalah orang yang memiliki keahlian tertentu yang
bertugas memberi saran atau nasihat dalam bidangnya masing-masing kepada
pejabat pimpinan di dalam organisasi tersebut.
Ciri-ciri organisasi lini dan staf
adalah:
a.
pimpinan dibantu oleh staf dan ada
kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas
hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat sampai ke tingkat
daerah
b.
staf mempunyai wewenang fungsional,
memberikan bantuan/ advis/ petunjuk, baik berupa pikiran, tenaga kerja,
prasarana yang sanggup serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok
organisasi. Pimpinan (kepala) mempunyai wewenang komando.
Dengan
ciri-ciri tersebut, organisasi yang berbentuk lini dan staf memiliki kebaikan
tersendiri, di antaranya adalah:
1.
dapat digunakan oleh organisasi yang
besar
2.
seluruh staf memiliki keahlian yang
pasti yang semakin mengakuratkan pengambilan keputusan,
3.
kedisiplinan staf dapat dipegang
teguh,
4.
adanya pengembangan karier staf
sesuai dengan keahliannya.
v Keburukannya organisasi lini dan staf adalah:
a.
terlalu banyak staf dengan
keahliannya masing-masing menimbulkan persaingan karier yang kurang sehat,
b.
pengawasan terhadap staf yang cukup
menyulitkan dan adanya tindakan kolusi antarstaf demi kepentingan pribadi,
c.
solidaritas antarstaf rendah dan
hubungan yang serba formalistik, birokrasi terkadang sangat rumit dan terkesan
berbelit-belit, efektivitas dan efisiensi kerja kurang terjamin,
d.
biaya ekonomi tinggi dalam menggaji
staf dan memberi tunjangan, koordinasi yang sukar dilakukan secara
komprehensif.
4.
Organisasi fungsional
Organisasi
fungsional pertama kali diciptakan oleh Taylor. Ciri penting dari organisasi
fungsional adalah pimpinan yang tidak memiliki bawahan yang “jelas”. Setiap
atasan dapat melakukan instruksi kepada semua bawahan sepanjang sesuai wewenang
dan tanggung jawabnya dan yang paling penting masih berada di bawah naungan
organisasi yang dimaksudkan.
Kebaikan
organisasi fungsional adalah:
1.
spesialisasi karyawan maksimal:
Solidaritas antarpegawai sangat tinggi, disiplin pegawai yang tinggi:
2.
tanggung jawab atas fungsinya
terjamin,
3.
bidang pekerjaan khusus diduduki
oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan potensi serta
cita. citanya.
Keburukan organisasi fungsional adalah:
1.
terlalu kaku dengan spesialisasi
para pekerja:
2.
kesulitan melakukan penelusuran area
pekerjaan
3.
koordinasi kurang menyeluruh,
4.
dapat menyebabkan dispersonalisasi',
5.
keahlian memimpin kurang dapat
dijamin,
6.
sulit melaksanakan kegiatan yang
berasal dari satu komando.
5.
Organisasi bentuk panitia (commitee)
Organisasi yang bersifat sementara dan khusus dibentuk dalam melaksanakan
kegiatan tertentu. Akan tetapi, ada pula organisasi yang selamanya menggunakan
bentuk kepanitiaan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a.
pimpinan berbentuk kolektif,
b.
terdiri atas beberapa orang,
c.
pengambilan keputusan selalu
didasarkan pada musyawarah dan mengutamakan kuorum,
d.
kegiatan merupakan tanggung jawab
bersama.
Kebaikan organisasi bentuk panitia
adalah:
a.
solidaritas yang kuat antarpegawai,
b.
konsolidasi wewenang, tugas, dan
tanggung jawab yang kuat
c.
selalu mengambil keputusan
berdasarkan musyawarah
d.
keterpaduan informasi yang kuat yang
berasal dari seluruh pegawai.
Keburukan organisasi bentuk panitia
adalah:
a.
sering terjadi penumpukan pekerjaan
di bagian tertentu,
b.
adanya lepas tanggung jawab,
c.
adanya saling tuduh pelaksanaan
tugas
d.
adanya saling tolak melaksanakan
tugas
D.
Prinsip-Prinsip Organisasi Dalam Islam
Prinsip adalah
landasan atau pijakan yang sering disebut sebaga referensi utama dalam memulai
pelaksanaan kegiatan. Organisasi h didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu
agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan. Prinsip, juga sering diartikan
dengan kaidah dan titik tolak kegiatan yang tidak dapat diubah.
Prinsip-prinsip
organisasi menurut Manulang adalah sebagai berikut.
1.
Adanya tujuan yang jelas.
Tujuan
organisasi harus ditetapkan sebelum merumuskan perencanaan kegiatan karena
rencanarencana harus merujuk dan mengarah kepada upaya tercapainya tujuan
organisasi. Tujuan akan menuntun organisasi pada visi dan misinya yang telah
ditetapkan sebelumnya. Tujuan merupakan arah dan pedoman perencanaan yang
disingkat dengan KISS ME, yaitu koordinasi, integrasi, simplikasi,
sinkronisasi, dan mekanisme.
2.
Prinsip kerja sama. Tolok ukur
kesuksesan organisasi adalah adanya kerja sama di antara semua anggota organisasi.
3.
Pembagian kerja yang jelas.
4.
Pendelegasian wewenang, tugas, dan tanggung
jawab yang sistematis.
5.
Rentangan kekuasaan yang
hierarkisnya jelas dilihat dari tugas dan fungsinya dalam organisasi
6.
Kesatuan perintah dan tanggung jawab
atau kesatuan komando yang jelas.
7.
Koordinasi yang terpadu dan integral
Menurut Prajudi Atmosudirjo[2]
ada sebelas prinsip organisasi
1.
Kesatuan Komando
2.
Pembagian Kerja
3.
Keseimbangan Antara Tugas, tanggung jawab, dan kekuasaan
4.
Prinsip komunikasi
5.
Keseimbangan
6.
Prinsip koordinasi
7.
Saling asuh
8.
Pelimpahan kekuasaan
9.
Pengamatan, pengawasan, dan pengecekan
10.
Asas tahu diri
11.
Kehayatan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Organisasi merupakan sistem yang terpadu, yang di dalamnya terdapat
subsistem dan komponen-komponen yang saling berhubungan.
Sifat
organisasi dibagi menjadi dua macam: organisasi formal dan informal
Bentuk-bentuk
organisai yaitu, organisasi garis, organisasi staf, organisasi lini dan staf,
organisasi fungsional, organisasi bentuk panitia
Prinsip-prinsip
organisasi menurut manulang terdapat 7 prinsip dan sedangkan menurut Prajudi
Atmosudirjo ada 11 prinsip organisasi
DAFTAR PUSTAKA
Prajudi
Atmosudirjo, Dasar-Dasar Ilmu Administrasi, Jilid II, 1979
Anton Athoillah, Dasar-Dasar
Manajemen, Bandung: Pustaka Setia, 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar