Rabu, 14 Juli 2021

Makalah 9

 

PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN PERSPEKTIF ISLAM







 

Dosen Pengampu :

Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I


 

Disusun Oleh : Kelompok IV

1.   Resmawati                 Nim: T.MPI.1.2019.044

2.   Siti Munawaroh         Nim: T.MPI.1.2019.055

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)

Syekh Maulana Qori

  Tahun 2021

 


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa atas segala limpahan rahmat,kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan,petunjuk maupun pedoman bagi para pembaca dalam administrasi pendidikan dalam proses keguruan.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca makalah ini masih banyak kekurangan karena pengalaman kami yang terbatas,oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun utuk kesempurnaan makalah kami.

akhir kata kami sampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha kita

 

 

                                                  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover.............................

Kata Pengantar............. i

Daftar Isi....................... ii

Bab I Pendahuluan

A.    Latar Belakang.............................. 1...........................

B.    Rumusan Masalah............ 1

Bab II Pembahasan

A.    Pengertian Organisasi Dalam Islam................. 2

B.    Sifat-Sifat Organisasi Dalam Islam................. 3

C.   Bentuk-Bentuk Organisasi Dalam Islam................. 5

D.   Prinsip-Prinsip Organisasi Dalam Islam............... 10

Bab III Penutup      

A.    Kesimpulan..... 12

Daftar Pustaka.     

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.            Latar Belakang

Pengorganisasian adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur, serta membagi tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Manusia merupakan unsur terpenting dalam pengorganisasian karena manusia terdapat di dalam tugas-tugas yang saling berhubungan.

Sturktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Sturktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi atau orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarlisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan atau besaran satuan kerja.

B.            Rumusan Masalah

1.    Apa yang dimaksud dengan organisasi?

2.    Bagaimana sifat-sifat organisasi?

3.    Bagaimana bentuk-bentuk organisasi?

4.    Bagaimana prinsip-prinsip organisasi?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.            Pengertian Organisasi Dalam Islam

Kata organisasi berasal dari bahasa Inggris organization, yang bentuk invinitifnya adalah to organise. Kata tersebut berasal dari kata Yunani, organon yang berarti sebagian atau susunan dalam binatang atau tumbuh-tumbuhan yang dipergunakan untuk melakukan beberapa tugas khusus, seperti hati, ginjal, dan sebagainya. Adapun kata organon diartikan juga dengan alat, sedangkan kata to organise diberi arti menyusun atau mengatur bagian-bagian yang berhubungan satu sama lain, yang tiap-tiap bagian mempunyai satu tugas khusus dan atau berhubungan dengan keseluruhan. Pendapat lain mengenai kata Organisasi ini adalah kata itu (masih) berasal dari bahasa Yunani, organon dan istilah Latin, organum yang berarti alat, bagian, anggota atau badan.

Beberapa tokoh mendefinisikan organisasi sebagai berikut.

1.             Edgar A. Schein menyatakan bahwa organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab manusia sebagai anggota organisasi tersebut.

2.             Panlayakim' mengatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap penggabungan manusia untuk suatu tujuan bersama.

3.             Sugandha' mengatakan bahwa organisasi adalah kumpulan manusia yang mempunyai kepentingan yang sama, yang karena keterbatasan sumber yang mereka miliki, mereka mengikatkan diri dalam kerja sama pembagian tugas yang jelas dalam mencapai tujuan guna meraih kepentingan masing-masing. Siagian? menyebutkan bahwa organisasi merupakan bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih, yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang di dalamnya terdapat seorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau kelompok orang yang disebut bawahan.

Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa organisasi merupakan sistem yang terpadu, yang di dalamnya terdapat subsistem dan komponen-komponen yang saling berhubungan. Setiap hubungan yang terjadi merupakan kerja sama di antara subsistem yang ada, Sehingga ada saling ketergantungan yang kuat secara internal dan hubungan yang terpadu secara eksternal. Hubungan eksternal itu merupakan bagian dari kenyataan organisasi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat dan elemen lainnya yang mendukung tercapainya tujuan organisasi.[1]

B.            Sifat-Sifat Organisasi Dalam Islam

Dilihat dari sifat-sifatnya, organisasi dapat dibagi dua macam, yaitu organisasi formal, dan organisasi informal.

1.             Organisasi formal Ciri-ciri organisasi formal adalah sebagai berikut.

a.    Seluruh anggota organisasi diikat oleh suatu persyaratan formal sebagai bukti keanggotaannya. Misalnya, negara sebagai organisasi formal yang seluruh warga negara diikat oleh persyaratan formal yang harus dimiliki, yakni Kartu Tanda Penduduk, kartu keluarga, dan sejenisnya. Demikian pula, dalam organisasi formal lainnya dalam bentuk ormas atau partai politik, yang seluruh anggotanya harus memiliki kartu keanggotaan bahwa ia benar-benar terdaftar dan diakui sebagai anggota yang sah, misalnya kartu anggota Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Persatuan Umat Islam (PUI).

b.    Kedudukan, jabatan, dan pangkat yang terdapat dalam organisasi dibuat secara hierarkis dan piramida yang menunjukkan tugas, kedudukan, tanggung jawab, dan wewenang yang berbeda-beda.

c.     Setiap anggota yang memiliki jabatan tertentu secara otomatis memiliki wewenang dan tanggung jawab yang membawahi jabatan anggota di bawahnya. Dengan demikian, hak memerintah berada bersamaan dengan hak diperintah, hak melarang bersamaan dengan hak untuk tidak mengerjakan kegiatan tertentu.

d.    Hak dan kewajiban melekat sepenuhnya pada anggota organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.

e.    Pelaksanaan kegiatan diatur menurut jabatannya masing-masing, tetapi setiap fungsi jabatan dengan tugasnya saling berhubungan dan melakukan kerja sama.

f.      Seluruh kegiatan direncanakan secara musyawarah mufakat dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.

g.    Hubungan kerja sama dilakukan menurut tingkatan jabatan struktural yang jelas yang berimplikasi secara langsung kepada perbedaan penggajian dan tunjangan masing-masing anggota organisasi.

h.    Adanya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang merupakan sistem kinerja organisasi.

2.             Organisasi informal Ciri-ciri organisasi informal adalah sebagai berikut.

a.    Sifat organisasi informal melekat pada organisasi informal, sebagaimana negara mengharuskan adanya KTP bagi warga negara. Pembuatan KTP berkaitan dengan organisasi-organisasi formal di dalam pemerintahan, misalnya kantor kecamatan, kantor desa, kantor RW hingga kantor RT, semua itu tidak dapat dilaksanakan jika tidak organisasi informal, yaitu keluarga. Meskipun di dalam keluarga terdapat kepala keluarga, ibu rumah tangga, anak-anak dan kerabat, keluarga bukan merupakan organisasi formal. Demikian pula, organisasi yang bergerak dalam pendidikan, yakni sekolah formal. Tidak akan ada sekolah formal jika tidak berdampingan dengan organisasi informal, yakni lingkungan masyarakat, komunitas masyarakat, yang merupakan konsumen pendidikan formal.

b.    Tidak adanya kontak di antara anggota yang diatur oleh anggaran dasar atau anggaran rumah tangga. Kontak terjadi tanpa ada aturan formal. Komunitas masyarakat yang tinggal di lingkungan atau wilayah tertentu dapat dikatakan sebagai organisasi informal, dan kontak yang terjadi merupakan.interaksi mekanis yang secara alami sebagai bagian dari kebutuhan individu masing-masing.

c.     Jumlahnya sangat banyak, terutama berhubungan dengan kegiatan-kegiatan masyarakat yang dilembagakan secara informal, misalnya kegiatan-kegiatan pengajian, perkumpulan remaja majjid, karang taruna, majelis taklim, dan sebagainya. Organisasi informal tersebut biasanya dimanfaatkan oleh organisasi formal dalam rangka mencapai tujuan organisasinya. Misalnya, partai politik dalam kampanyenya mendatangi majelis taklim, ibu-ibu pengajian, remaja masjid, dan sebagainya.

 

C.            Bentuk-Bentuk Organisasi Dalam Islam

1.             Organisasi garis (line organization)

Organisasi garis (line organization) ialah suatu bentuk organisasi yang memandang dan menerapkan sumber wewenang tunggal. Segala keputusan/ kebijaksanaan dan tanggung jawab berada pada satu tangan, yaitu berada pada kepala eksekutif (chief executif).

Dalam organisasi garis, bawahan hanya mengenal satu pimpinan dan menerapkan sistem satu komando dan kekuasaan absolut pada pimpinan pusat. Pimpinan organisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada bawahannya.

Dengan demikian, ciri-ciri dari organisasi lini atau garis ini adalah sebagai berikut:

a.              organisasinya kecil,

b.              jumlah anggota yang sedikit,

c.             pemilik merupakan pimpinan organisasi atau pemegang saham utama

d.             asas kesatuan komando yang dominan,

e.             disiplin ketat,

f.               sistem pengawasan yang ketat,

g.             koordinasi antarpegawai sangat sederhana dan mudah dilakukan,

h.             hubungan antaranggota yang sangat dekat dan satu lapis atau searah, bahkan dapat dilakukan antarpribadi secara tatap muka,

i.               penggunaan alat-alat yang sederhana, jproduk yang dihasilkan homogen. Organisasi garis memiliki kelebihan yang sangat menonjol, yaitu mudah pengelolaannya, disiplin yang kuat, dan selalu berada dalam satu komando yang berada di tangan seorang pimpinan.

v    Keburukan organisasi garis adalah:

a.             ketergantungan yang kuat kepada satu orang pimpinan sehingga apabila pimpinan mengalami perihal buruk, dampak buruknya langsung berimbas pada organisasi

b.             tidak ada upaya pengembangan para pegawai, jenis pekerjaan yang monoton, ada kecenderungan pemimpin bertindak otoriter, dan sulit mengembangkan perusahaan karena keahlian pegawai relatif sama.

 

2.              Organisasi staf (staff organization)

Suatu organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan, baik berupa pikiran maupun bantuan lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke bawah/ke daerah-daerah."

3.              Organisasi lini dan staf (line and staff)

Organisasi lini dan staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi sistem lini dan staf diterapkan dalam organisasi yang besar yang memiliki jumlah staf yang banyak. Staf yang dimaksudkan adalah orang yang memiliki keahlian tertentu yang bertugas memberi saran atau nasihat dalam bidangnya masing-masing kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi tersebut.

Ciri-ciri organisasi lini dan staf adalah:

a.    pimpinan dibantu oleh staf dan ada kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah

b.    staf mempunyai wewenang fungsional, memberikan bantuan/ advis/ petunjuk, baik berupa pikiran, tenaga kerja, prasarana yang sanggup serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok organisasi. Pimpinan (kepala) mempunyai wewenang komando.

Dengan ciri-ciri tersebut, organisasi yang berbentuk lini dan staf memiliki kebaikan tersendiri, di antaranya adalah:

1.    dapat digunakan oleh organisasi yang besar

2.    seluruh staf memiliki keahlian yang pasti yang semakin mengakuratkan pengambilan keputusan,

3.    kedisiplinan staf dapat dipegang teguh,

4.    adanya pengembangan karier staf sesuai dengan keahliannya.

v  Keburukannya organisasi lini dan staf adalah:

a.             terlalu banyak staf dengan keahliannya masing-masing menimbulkan persaingan karier yang kurang sehat,

b.             pengawasan terhadap staf yang cukup menyulitkan dan adanya tindakan kolusi antarstaf demi kepentingan pribadi,

c.             solidaritas antarstaf rendah dan hubungan yang serba formalistik, birokrasi terkadang sangat rumit dan terkesan berbelit-belit, efektivitas dan efisiensi kerja kurang terjamin,

d.             biaya ekonomi tinggi dalam menggaji staf dan memberi tunjangan, koordinasi yang sukar dilakukan secara komprehensif.

4.              Organisasi fungsional

Organisasi fungsional pertama kali diciptakan oleh Taylor. Ciri penting dari organisasi fungsional adalah pimpinan yang tidak memiliki bawahan yang “jelas”. Setiap atasan dapat melakukan instruksi kepada semua bawahan sepanjang sesuai wewenang dan tanggung jawabnya dan yang paling penting masih berada di bawah naungan organisasi yang dimaksudkan.

Kebaikan organisasi fungsional adalah:

1.             spesialisasi karyawan maksimal: Solidaritas antarpegawai sangat tinggi, disiplin pegawai yang tinggi:

2.              tanggung jawab atas fungsinya terjamin,

3.              bidang pekerjaan khusus diduduki oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan potensi serta cita. citanya.

Keburukan organisasi fungsional adalah:

1.              terlalu kaku dengan spesialisasi para pekerja:

2.              kesulitan melakukan penelusuran area pekerjaan

3.              koordinasi kurang menyeluruh,

4.              dapat menyebabkan dispersonalisasi',

5.              keahlian memimpin kurang dapat dijamin,

6.             sulit melaksanakan kegiatan yang berasal dari satu komando.

5.              Organisasi bentuk panitia (commitee)

Organisasi yang bersifat sementara dan khusus dibentuk dalam melaksanakan kegiatan tertentu. Akan tetapi, ada pula organisasi yang selamanya menggunakan bentuk kepanitiaan dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a.              pimpinan berbentuk kolektif,

b.              terdiri atas beberapa orang,

c.             pengambilan keputusan selalu didasarkan pada musyawarah dan mengutamakan kuorum,

d.             kegiatan merupakan tanggung jawab bersama.

Kebaikan organisasi bentuk panitia adalah:

a.    solidaritas yang kuat antarpegawai,

b.    konsolidasi wewenang, tugas, dan tanggung jawab yang kuat

c.     selalu mengambil keputusan berdasarkan musyawarah

d.    keterpaduan informasi yang kuat yang berasal dari seluruh pegawai.

 

 

Keburukan organisasi bentuk panitia adalah:

a.    sering terjadi penumpukan pekerjaan di bagian tertentu,

b.    adanya lepas tanggung jawab,

c.     adanya saling tuduh pelaksanaan tugas

d.    adanya saling tolak melaksanakan tugas

 

D.            Prinsip-Prinsip Organisasi Dalam Islam

Prinsip adalah landasan atau pijakan yang sering disebut sebaga referensi utama dalam memulai pelaksanaan kegiatan. Organisasi h didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan. Prinsip, juga sering diartikan dengan kaidah dan titik tolak kegiatan yang tidak dapat diubah.

Prinsip-prinsip organisasi menurut Manulang adalah sebagai berikut.

1.    Adanya tujuan yang jelas.

Tujuan organisasi harus ditetapkan sebelum merumuskan perencanaan kegiatan karena rencanarencana harus merujuk dan mengarah kepada upaya tercapainya tujuan organisasi. Tujuan akan menuntun organisasi pada visi dan misinya yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan merupakan arah dan pedoman perencanaan yang disingkat dengan KISS ME, yaitu koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi, dan mekanisme.

2.    Prinsip kerja sama. Tolok ukur kesuksesan organisasi adalah adanya kerja sama di antara semua anggota organisasi.

3.    Pembagian kerja yang jelas.

4.     Pendelegasian wewenang, tugas, dan tanggung jawab yang sistematis.

5.    Rentangan kekuasaan yang hierarkisnya jelas dilihat dari tugas dan fungsinya dalam organisasi

6.    Kesatuan perintah dan tanggung jawab atau kesatuan komando yang jelas.

7.    Koordinasi yang terpadu dan integral

Menurut Prajudi Atmosudirjo[2] ada sebelas prinsip organisasi

1.    Kesatuan Komando

2.    Pembagian Kerja

3.    Keseimbangan Antara Tugas, tanggung jawab, dan kekuasaan

4.    Prinsip komunikasi

5.    Keseimbangan

6.    Prinsip koordinasi

7.    Saling asuh

8.    Pelimpahan kekuasaan

9.    Pengamatan, pengawasan, dan pengecekan

10. Asas tahu diri

11. Kehayatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.            Kesimpulan

Organisasi merupakan sistem yang terpadu, yang di dalamnya terdapat subsistem dan komponen-komponen yang saling berhubungan.

Sifat organisasi dibagi menjadi dua macam: organisasi formal dan informal

Bentuk-bentuk organisai yaitu, organisasi garis, organisasi staf, organisasi lini dan staf, organisasi fungsional, organisasi bentuk panitia

Prinsip-prinsip organisasi menurut manulang terdapat 7 prinsip dan sedangkan menurut Prajudi Atmosudirjo ada 11 prinsip organisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Prajudi Atmosudirjo, Dasar-Dasar Ilmu Administrasi, Jilid II, 1979

Anton Athoillah, Dasar-Dasar Manajemen, Bandung: Pustaka Setia, 2010

 



[1] Anton Athoillah, Dasar-Dasar Manajemen, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), hal.172

[2] Prajudi Atmosudirjo, Dasar-Dasar Ilmu Administrasi, Jilid II, 1979, hal. 90

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah 10

  MAKALAH   ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM   MATA KULIAH : MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DOSEN PENGAMPU : SUKAND...