Rabu, 14 Juli 2021

Makalah 3

 

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Pentingnya Pengelolaan Kelas Disain Lingkungan Kelas Yang Positif Untuk Pembelajaran, Baik Secara Fisik Maupun Psikis-Sosial, Beberapa Pendekatan Antara Guru dan Siswa, Mengahadapi Siswa Yang Bermasalah



 

Dosen Pengampu : Tuti Hardianti, S.Pd.I.,M.Pd

 


Disusun Oleh : Kelompok XIII

1.            Tiara Anggela T.MPI.1.2019.056

2.            Yuli Yanti T.MPI.1.2029.010

 

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam

Syekh Maulana Qori

2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya kami diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah ini., tidak lupa shalawat beserta salam senantiasa kita curah kepada Nabi besar Muhammad SAW beserta kelurga dan sahabat-sahabatnya. Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah manajemen perpustakaan pada program Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) SMQ BANGKO.

Dalam penyusunan makalah ini, tentunya tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik apabila tanpa semangat, dukungan, serta bimbingan dari pihak-pihak yang sangat kami hormati. Oleh karena itu, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Tuti Hardianti, S.Pd.I.,M.Pd selaku dosen pengampu psikologi pendidikan yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Kedua, kami ingin berterima kasih  kepada kedua orang tua kami atas do’a serta dukungan moril maupun materil yang telah diberikannya.

Akhirnya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang di harapkan dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, aamiin.

                                           

 

 Bangko,                      2021

 

                                                                          Penulis

 

                                        

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Cover

Kata Pengantar............. i

Daftar Isi....................... ii

Bab I Pendahuluan

A.    Latar Belakang.............................. 1...........................

B.    Rumusan Masalah............ 1

Bab II Pembahasan

A.    Pentingnya Pengelolaan Kelas Disain Lingkungan Kelas Yang Positif Untuk Pembelajaran, Baik Secara Fisik Maupun Psikis-Sosial................ 2

B.    Beberapa Pendekatan Antara Guru dan Siswa. ..............  4

C.   Mengahadapi Siswa Yang Bermasalah....... 7

Bab III Penutup               

A.    Kesimpulan....... 9

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.            Latar Belakang

Ruang kelas merupakan salah satu tempat dimana seorang guru memberikan pelajaran kepada peserta didiknya. Dalam proses pengajaran, kondisi yang nyaman dan menyenangkan akan sangat membantu tersampainya materi yang diajarkan guru kepada peserta. Kondisi yang seperti itu harus direncanakan dan diusahakan oleh guru secara sengaja, agar dapat dihindarkan dari kondisi yang merugikan atau merusak kenyamanan belajar. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa keberhasilan mengajar seorang guru tidak hanya ditentukan oleh hal-hal yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, seperti perumusan tujuan secara jelas dan tepat, pemilihan materi yang sesuai, pemilihan metode yang tepat, serta lengkapnya sumber-sumber belajar dan sebagainya.Hal lain yang ikut menentukan keberhasilan guru adalah kemampuan guru dalam mencegah timbulnya tingkah laku peserta didik yang menggaunggu jalannya kegiatan belajar mengajar serta kondisi fisik tempat belajar mengajar dan kemampuan guru dalam mengelolanya.

B.            Rumusan Masalah

1.             Bagaimana Pentingnya Pengelolaan Kelas Disain Lingkungan Kelas Yang Positif Untuk Pembelajaran, Baik Secara Fisik Maupun Psikis-Sosial?

2.             Apa saja Beberapa Pendekatan Antara Guru dan Siswa?

3.             Bagaimana Mengahadapi Siswa Yang Bermasalah?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.            Pentingnya Pengelolaan Kelas Disain Lingkungan Kelas Yang Positif Untuk Pembelajaran, Baik Secara Fisik Maupun Psikis-Sosial

Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu : pengelolaan dan kelas  Pengelolaan merupakan terjemahan dari kata “management” yang kemudian di Indonesia-kan menjadi manajemen atau menejemen. Dalam kamus bahasa indonesia disebutkan bahwa pengelolaan berarti penyelenggaraan. Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar. Tanpa pengelolaan dan pengaturan yang efektif, maka proses belajar terganggu, dan guru kembali menertibkan dan kadang-kadang mencerca siswa yang mengganggu selama pengajaran. Guru membutuhkan keterampilan yang sama seperti ahli teknik atau direktur sebuah stasiun televisi.

Pengaturan ruang kelas hendaknya memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar.

Lingkungan fisik tempat belajar yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal, mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Tujuan utama penataan lingkungan fisik kelas ialah mengarahkan kegiatan siswa dan mencegah munculnya tingkah laku siswa yang tidak diharapkan melalui penataan tempat duduk, perabot, pajangan, dan barang-barang lainnya di dalam kelas. Penataan lingkungan fisik yang dimaksud meliputi :

a.             Penataan ruangan tempat berlangsungnya proses belajar  mengajar/kelas.

Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa. Tidak berdedak-desakan dan tidak saling mengganggu antara siswa yang satu dengan yang lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.

b.             Penataan tempat duduk.

Ada beberapa model penataan tempat duduk yang biasa digunakan di dalam kelas, diantaranya seperti:

1.    Pola tapal kuda.

2.    Pola pengaturan tempat duduk yang berkelompok

3.    Pola berderet atau berbaris berjajar.

4.     Pola U

5.    Pola lingkaran atau persegi.

6.    Meja Konferensi

7.    Group on group

8.    Break-out grouping.

9.    Setting break-out hendaklah

Memilih desain penataan tempat duduk juga perlu memperhatikan jumlah siswa dalam satu kelas yang akan disesuaikan pula dengan metode yang akan digunakan. Hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa dalam penataan tempat duduk siswa adalah guru tidak hanya menyesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan saja, Tetapi seorang guru perlu mempertimbangkan karakteristik individu siswa, baik dilihat dari aspek kecerdasan, psikologis, dan biologis siswa itu sendiri. Hal ini penting karena guru perlu menyusun atau menata tempat duduk yang dapat memberikan suasana yang nyaman bagi para siswa. 

Lingkungan fisik kelas harus mengandung unsur kesehatan.

Ventilasi, suhu dan cahaya yang memadai sangat diperlukan. Bila sinar matahari masuk terlalu tajam pada papan tulis atau wajah siswa, atau bila ada tetesan air pada musim hujan, guru harus berusaha sedapat mungkin supaya semuanya itu tidak mengganggu. Guru harus menyadari adanya hubungan yang erat antara lingkungan fisik kelas, iklim emosional kelas dan moral seluruh siswa

Lingkungan belajar dalam sebuah ruangan kelas dirancang dengan tujuan untuk menciptakan ruangan yang nyaman dan menyenangkan sehingga pembelajaran aktif dapat dicapai.

B.            Pendekatan Antara Guru dan Siswa

Beberapa pendekatan guru dan siswa didalam pembelajaran

1.             Pendekatan kompetensi

Kompetensi menunjukkan kepada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan. Dalam hubungannya dengan proses pembelajaran, kompetensi menunjukkan kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan kompetensi merupakan indikator yang menunjukkan kepada perbuatan yang bisa diamati, dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap, serta tahap-tahap pelaksanaanya secara utuh. Paling tidak terdapat empat teoritis yang mendasari pendidikan berdasarkan pendekatan kompetensi.

Berdasarkan uraian di atas pembelajaran dengan pendekatan kompetensi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1)   Tahap perencanaan

2)   Pelaksanaan pembelajaran

3)   Evaluasi dan penyempurnaan

2.             Pendekatan keterampilan proses

Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses belajar, aktivitas, kreativitas siswa dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian tersebut termasuk di antaranya keterlibatan fisik, mental, dan sosial siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu  tujuan.

3.             Pendekatan lingkungan

Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungan. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah. Dalam hal ini siswa dapat menanyakan sesuatu yang ingin diketahui kepada orang lain di lingkungan mereka yang dianggap tahu tentang masalah yang dihadapi.

4.             Pendekatan kontekstual

Pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata, sehingga para siswa  mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran kontekstual ini tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar pada siswa, dengan menyediakan berbagai sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hafalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar. Lingkungan belajar yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual, dan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan. Pembelajaran kontekstual ini juga  mendorong siswa memahami hakekat, makna, dan manfaat belajar, sehingga memungkinkan mereka untuk rajin, dan termotivasi untuk senantiasa belajar bahkan kecanduan belajar.

5.             Pendekatan tematik

Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu pendekatan tematik sering juga disebut pendekatan terpadu. Pendekatan tematik atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatupadukan serangakaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

6.             Pendekatan individu

Pendekatan indvidual ini mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. Dalam pemilihan metode juga seorang guru tidak bisa sembarangan dalam pendekatan individu, sehingga seorang guru dalam proses kegiatan pembelajaran harus memperhatikan individual yang dihadapinya.

7.             Pendekatan kelompok

Ketika guru ingin menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas, metode dan bahan yang diberikan.  Dalam pengelolaan kelas terutama berhubungan dengan penempatan siswa pendekatan kelompok sangat diperlukan. Perbedaan individual siswa dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok.

8.             Pendekatan bervariasi

Pendekatan bervariasi ini bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa dalam belajar bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam pengajaran dengan berbagai motif, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus.

9.             Pendekatan edukatif

Apapun yang dilakukan guru dalam pendidikan dan pengajaran dengan tujuan mendidik, bukan karena motif-motif lain. Dalam pendekatan edukatif ini tujuannya adalah untuk membina watak siswa dengan pendidikan yang bersifat positif.

C.            Menghadapi Siswa Yang Bermasalah

Dalam pendekatan bimbingan perkembangan, guru dimungkinkan untuk memberikan layanan bimbingan terpadu dalam KBM. Melalui dasar bimbingan, guru membantu seluruh murid. Namun sekalipun telah memberikan bantuan terhadap seluruh murid, ada saja murid yang berperilaku bermasalah. Guru perlu memahami perilaku bermasalah ini sebab “murid yang bermasalah” biasanya tampak di dalam kelas dan bahkan dia menampakkan perilaku bermasalah itu di dalam keseluruhan interaksi dengan lingkungannya. Memahami perilaku bermasalah mengandung arti bahwa guru harus lebih sensitif terhadap interaksi antara berbagai kekuatan dan faktor di lingkungan peserta didik dengan penampilan perilaku peserta didik di sekolah.

Walaupun perilaku bermasalah hanya tampak pada sebagian peserta didik, namun perhatian guru harus tertuju kepada semua peserta ddik. Seringkali guru memberikan perlakuan secara langsung dan drastis yang tidak jarang dinyatakan dalam bentuk hukuman fisik. Cara atau pendekatan seperti ini seringkali tidak membawa hasil yang diharapkan karena perlakuan tersebut tidak didasarkan kepada pemahaman apa yang ada di balik perilaku bermasalah tersebut dalam kehidupan anak di sekolah tidak semua dapat melihat dan merasakan bahwa di antara anak ada yang telah sedang menghadapi masalah dan ada yang masih gejala, bahkan bagi anak sendiri juga banak  yang tidak tahu bahwa dirinya sedang bermasalah. Oleh karena itu kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian berperilaku bermasaalah “prilaku bermasalah adalah tingkah laku siswa yang menyimpang dan kebiasan-kebiasaan temannya.

Lebih lanjut dikatakan apabila anak tiba-tiba tidak dapat melakukan apa-apa juga merupakan indikasi bahwa anak mengalami masalah yang segera harus ditangani gurunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.            Kesimpulan

Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar. Tanpa pengelolaan dan pengaturan yang efektif, maka proses belajar terganggu, dan guru kembali menertibkan dan kadang-kadang mencerca siswa yang mengganggu selama pengajaran.

Pendekatan antara guru dan siswa salah satunya didalam pembelajaran adalah Pendekatan keterampilan proses Pendekatan kompetensi dan pendeketan lingkungan

Dalam pendekatan bimbingan perkembangan, guru dimungkinkan untuk memberikan layanan bimbingan terpadu dalam KBM. Melalui dasar bimbingan, guru membantu seluruh murid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah 10

  MAKALAH   ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM   MATA KULIAH : MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DOSEN PENGAMPU : SUKAND...