Rabu, 14 Juli 2021

Makalah 2

 


 MAKALAH

KONFLIK DALAM  MANAJEMEN PERSPEKTIF ISLAM

Dosen Pengampu : 

Sukandar Hadi, S.Pd.I.,M.Pd.I





Disusun Oleh : Kelompok XI

1. Inten Ranita  Nim: T.MPI.1.2019.053

2. Maizatul Husna  Nim: T.MPI.1.2019.089

3. Wahyu Abror  Nim: T.MPI.1.2019.022


YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM SYEKH MAULANA QORI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH MAULANA QORI BANGKO

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

TAHUN 2021 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa atas segala limpahan rahmat,kami dapat menyelesaikan makalah ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi para pembaca dalam administrasi pendidikan dalam proses keguruan.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca makalah ini masih banyak kekurangan karena pengalaman kami yang terbatas,oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan masukan yang bersifat membangun utuk kesempurnaan makalah kami.

akhir kata kami sampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha kita




BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Konflik kelembagaan dominan muncul di lembaga pendidikan Islam yang berada dalam wilayah pengelolaan Yayasan. Lembaga pendidikan Islam, seperti pondok pesantren dan madrasah memiliki kompleksitas persoalan yang rentan terjadi konflik, baik konflik antar individu ataupun konflik antar kelompok. Konflik akan selalu ada kapan, dan dimana saja. Hal yang terpenting dilakukan adalah mempersiapkan aturan-aturan untuk mengatasi terjadinya konflik yang tidak sehat tersebut. Munculnya konflik biasanya diawali dengan munculnya bibit-bibit konflik. 

Sehubungan dengan itu pimpinan bertanggung jawab untuk mengindentifikasi sumber-sumber dan tipe-tipe konflik tersebut sedini mungkin, serta menganalisa akibat-akibat yang mungkin timbul. Begitu pula pimpinan harus mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan untuk dapat menentukan langkah-langkah preventif yang dilakukan secara tepat.


B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan konflik?

2. Apa saja jenis-jenis konflik?

3. Apa yang menjadi sumber konflik?

4. Bagaimana sisi positif dan sisi negative konflik?

5. Bagaimana metode penyelesaian konflik?



BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Konflik

Kata konflik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  artinya percekcokan, perselisihan atau pertentangan (Departemen Pendidikan Nasional), Pengertian ini menunjukkan konflik sebagai sebuah kondisi atau keadaan terjadinya sebuah peristiwa yaitu percekcokan, perselisihan atau pertentangan, Kata percekcokan itu sendiri memiliki kata dasar cekcok yang artinya bertengkar, berbantah atau berselisih (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:252). Bertengkar menunjukkan keadaan dimana dua orang atau dua kelompok orang saling berlawanan dengan menunjukkan ia yang benar sedangkan orang lain salah. Kondisi ini menjadikan antar kedua orang atau kedua kelompok saling berebut untuk menang.

Tidak jauh berbeda dari pertengkaran, konflik sering dipahami sebagai suatu hal yang negatif yang mengarah pada pertengkaran atau perselisihan antar individu maupun kelompok. Pada pengertian ini, konflik dipahami sebagai scbuah perselisihan untuk menang atau kalah seseorang yang mampu menunjukkan dirinya benar, orang lain salah dapat dinilai sebagai orang yang menang dalam. konflik. Sehaliknya, seseorang yang menghindari konflik dan tidak mampu menunjukkan dirinya benar maka dinilai telah kalah dalam konflik.

stragner dalam Winardi, menyatakan konflik merupakan sebuah situasi, dimana dua orang (atau  lebih) menginginkan tujuan-tujuan yang menurut persepsi mereka dapat dicapai orang di antara mereka, tetapi hal itu tidak mungkin dicapai oleh kedua belah pihak. Pada pengertian ini, konflik didefinisikan sebagai kondisi antara dua orang atau lebih yang saling berjuang mencapai tujuannya, namun di antara keduanya saling bersaing tanpa bekerja sama. Konflik seperti ini dipahami sebagai kondisi yang positif karcna berpotensi untuk meningkatkan hasil kerja yang lebih baik dari orang lain kelompok lain. Tentu saja, hal tersebut sangat bermanfaat hagi peningkatan produktivitas lembaga atau organisasi

Definisi konflik di atas merupakan konflik yang mendorong ke arah kebaikan, dimana antara dua orang atau lebih yang terlibat konflik tidak merasa saling terganggu. Berbeda dengan kondisi ini, konflik sering dipahamm sebagai kondisi yang menyebabkan “dua orang yang bertengkar merasa terganggu dengan perilaku orang lain. Hardjana dalam Wahyudi (2015:18) menyatakan konflik adalah suatu perselisihan atau pertentangan yang terjadi antara dua orang atau dua kelompok yang perbuatan salah satunya berlawanan dengan yang lain sehingga salah satu atau kedua-duanya saling terganggu, 

Dari definisi-definisi di atas diketahui, konflik dapat dimaknai positif atau negatif tergantung pada sikap orang yang mengalaminya. Pada sikap yang negatif konflik sering diartikan sebagai perselisihan yang menyebabkan di antara dua orang atau lebih saling mengalahkan sehingga salah satu atau kedua-duanya merasa terganggu. Pada sikap yang positif, konflik sering diartikan sebagai perselisihan antara dua orang. atau lebih yang saing berjuang mencapai tujuan tanpa harus bekerjasama. Konflik positif tidak menimbulkan adanya perasaan terganggu salah satu atau kedua-duanya. Pada pengertian ini, konflik lebih mirip pada sikap persaingan walaupun sebenarnya antara konflik dan persaingan tidaklah sama.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa konflik dapat diartikan sebagai suatu peristiwa positif ataupun negatif tergantung pada sudut pandang seseorang. Pada pengertian yang positif, definisi konflik adalah suatu keadaan terjadi perselisihan atau pertentangan antara dua orang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang lebih baik dari orang lain, dan di antara keduanya tidak ada perasaan terganggu. Konflik seperti ini dapat mengarahkan pada kemajuan untuk meningkatkan produktivitas  kerja individu, kelompok atau Organisasi . 

Berbeda dari itu, dalam pandangan negatif definisi konflik adalah perbuatan saling berselisih antara dua orang atau lebih yang berjuang untuk menang atau kalah. Artinya dalam konflik negatif terhadap upaya untuk saling menjatuhkan dan berebut sebagai orang benar (atau di posisi benar). Pada pandangan negatif konflik dinilai sebagai sebuah peristiwa yang perlu dihindari karena dapat menurunkan kerja lembaga. 

B. Jenis-Jenis Konflik

1. Konflik berdasarkan karakteristik subjeknya

  • Konflik pada diri individu
  • Konflik antar diri individu
  • Konflik individu dan instusi

2. Konflik berdasarkan objek terjadinya

  • Konflik tujuan: konflik yang terjadi apabila hasil akhir yang diinginkan tidak bersifat kompatibel 
  • Konflik kognitif: konflik yang terjadi apabila individu-individu menyadari bahwa pemikiran dan ide-ide mereka tidak konsisten satu sama lain.
  • Konflik efektif: konflik terjadi apabila perasaan-perasaan atau emosi-emosi tidak kompatibel satu sama lain

3. Konflik berdasarkan manfaatnya

  • Konflik fungsional: konflik yang keberadaannya dapat menguntungkan bagi kemajuan organisasi. Konflik ini harus di pertahankan bahkan harus di ciptakan
  • Konflik disfungsional: konflik yang keberadaannya dapat merugikan organisasi. Konflik ini harus ditiadakan didalam organisasi

4. Konflik berdasarkan tingkat structural

  • Konflik hirarki, yaitu konflik yang terjadi pada tingkat hirarki organisasi
  • Konflik fungsional, yaitu konflik yang terjadi dari berjenis-jenis fungsi dapartemen dalam organisai
  • Konflik staf dan pemilik unit yaitu, konflik yang terjadi antara staf dan pemilik unit terutama berkaitan dengan wewenang
  • Konflik formal-informal yaitu, konflik yang terjadi berhubungan dengan norma yang berlaku di organisasi formal dengan organisasi informal

C. Sumber-Sumber Konflik

Sumber-sumber konflik terdapat pada suatu kelompok kerja atau dalam organisasi, bersumber pada 4 faktor berikut:

1. Faktor komunikasi

Faktor komunikasi dapat menyebabkan konflik didalam organisasi ketika para anggota didalam organisasi maupun antar organisasi tidak dapat saling mengenal dan juga tidak dapat saling memahami. Contohnya: dalam organisasi sekolah (OSIS) mempunyai beberapa defisi. Dalam satu defisi jika ketua ataupun anggotanya tidak dapat saling mengenal didalam defisinya maka komunikasi di dalam suatu organisasi tidak berjalan dengan baik sehingga menimbulkan konflik, begitupun jika tidak saling memahami maka pekerjaan dalam suatu organisasi tidak efisien.

2. Faktor struktur tugas dan struktur organisasi

Faktor struktur tugas dan struktur organisasi merupakan sumber konflik dalam organisasi, ketika sebagian anggota tidak bisa memahami pekerjaan mereka pada struktur tugas yang ada atau tidak sesuai dalamm pembagian kerja, maupun prosedur kerja yang tidak dipahami. Contohnya: salah satu anggota memiliki kemampuan dibidang IT di dalam organisasinya tetapi pada organisasi anggota tersebut diletakkan pada defisi olahraga, maka pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tersebut tidak berjalan dengan baik dan bisa jadi bingung dalam bekerja, maka dari hal tersebut dapat timbul konflik di dalam organisasi tersebut.

3. Faktor personal

Faktor personal dapat terjadi ketika individu-individu dalam organisasi tidak dapat saling memahami, sehingga dapat menyebabkan konfik di dalam organisasi. Contohnya: seseorang di dalam organisasi memiliki masalah dengan keluarga, tetapi masalah tersebut dikaitkan dengan masalah organisasi, jadi hal tersebut dapat mengakibatkan konflik di dalam suatu organisasi.

4. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan terjadi ketika setiap individu bekerja tidak mendukung terwujudnya suasana kerja yang kondusif bagi evektifitas pekerjaan, seperti lingkungan yang kurang ventilasi, panas, hingga penataan ruang yang kurang baik. Contohnya: lingkungan yang panas dapat menyebabkan pekerjaan yang tidak efektif dalam melakukan pekerjaan, sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan konflik.

D. Sisi Positif dan Sisi Negatif Konflik

1. Sisi Positif

  • Tuntasnya Permasalahan, maksudnya, jika misalnya terjadi perbedaan pendapat dalam suatu diskusi atau forum, maka pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk dijelaskan, sehingga akan tuntas
  • Dapat berfungsi sebagai sarana-sarana untuk mencapai keseimbangan kekuatan-kekuatan di dalam masyarakat
  • Dapat menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru
  • Memungkinkan adanya penyesuaian kembali terhadap norma-norma lama yang dianggap tidak bisa mewakili kehidupan sekarang

2. Sisi Negatif

  • Meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok yang berkonflik dengan kelompok yang lain, karena memiliki pemahaman yang sama 
  • untuk menjatuhkan pihak lawan Keretakan hubungan antar kelompok atau individu yang bertikai atau berkonflik 
  • Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia 
  • Perbuahan kepribadian pada individu, misalnya timbul dendam, benci, dan saling curiga

E. Metode Penyelesaian Konflik Dalam Islam

1. Dominasi atau penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 

  • Kekerasan (forcing) : yaitu penekanan otokratik. 
  • Penenangan (smoothing) : menenangkan diri dari konflik
  • Penghindaran (avoidance) : menghidari konflik itu sendiri Aturan
  • mayoritas (majority rule) yaitu menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil. 

2. Kompromi : yaitu mencari jalan tengah untuk kedua pihak yang terjadi konflik

3. Pemecehan masalah integratif. Dengan metoda ini, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik-teknik pemecahan masalah. Secara bersama, pihak-pihak yang bertentangan mencoba untuk memecahkan masalah yang timbul di antara mereka.



BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

konflik sebagai sebuah kondisi atau keadaan terjadinya sebuah peristiwa yaitu percekcokan, perselisihan atau pertentangan,

jenis-jenis konflik yaitu, Konflik berdasarkan karakteristik subjeknya, Konflik berdasarkan manfaatnya, Konflik berdasarkan tingkat structural

Sumber-sumber konflik terdapat pada suatu kelompok kerja atau dalam organisasi, bersumber pada 4 faktor berikut:Faktor komunikasi, Faktor struktur tugas dan struktur organisasi, Faktor personal, Faktor lingkungan

Sisi Positif dan Sisi Negatif Konflik

Sisi Positif

Tuntasnya Permasalahan, maksudnya, jika misalnya terjadi perbedaan pendapat dalam suatu diskusi atau forum, maka pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk dijelaskan, sehingga akan tuntas

Sisi Negatif

Meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok yang berkonflik dengan kelompok yang lain, karena memiliki pemahaman yang sama

Metode Penyelesaian Konflik: Dominasi atau penekanan, Kompromi dan pemecahan masalah integratif



DAFTAR PUSTAKA

Ernie Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah, Dasar-dasar Manajmen, Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2005

Weni Puspita, Manajemen Konflik, Yogyakarta:  Deepublish, 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah 10

  MAKALAH   ETIKA KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM   MATA KULIAH : MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DOSEN PENGAMPU : SUKAND...